Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Satgas Covid-19: Seluruh Obat Harus Lewati Uji Klinis

Nasional Virus Korona Hadi Pranoto
Nur Azizah • 04 Agustus 2020 17:39
Jakarta: Pemerintah dipastikan terbuka pada siapa pun yang hendak menemukan obat maupun vaksin covid-19. Namun, penemuan obat maupun vaksin harus melewati proses dan standar yang sudah ditetapkan.
 
"Bukan berarti bisa dilakukan oleh siapa pun tanpa prosedur yang tepat. Ini tidak bisa asal mengeklaim bahwa obat tersebut merupakan obat covid-19 tanpa diuji terlebih dahulu," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Selasa, 4 Agustus 2020.
 
Wiku menegaskan tanpa melewati uji klinis obat atau vaksin tidak bisa dikatakan ampuh mengobati covid-19. Efek samping dari vaksi pun harus diketahui.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua ini perlu dipertanggungjawabkan. Maka dari itu setiap obat harus melewati uji klinis dan izin peredaran yang benar. Jika sudah diuji dan sudah terbukti menyembuhkan tentu itu akan menjadi kabar yang luar biasa baik bagi bangsa kita," ucap Wiku.
 
Setelah diuji klinis, kata dia, obat harus didaftarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperoleh izin edar. Obat tak bisa asal dijual karena menyangkut nyawa seseorang.
 
"Maka, saya ingatkan sekali lagi kepada para peneliti dan figur publik untuk perlu berhati-hati dalam menyampaikan berita kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat yang sedang
panik mencari jalan keluar memahami sesuatu hal itu tidak utuh dan tidak benar," tegasnya.
 
Baca: Hadi Pranoto Klaim Obat Herbal Covid-19 Terdaftar BPOM
 
Sebelumnya, Hadi Pranoto mengaku telah menemukan obat covid-19. Hal itu ia sampaikan dalam YouTube channel milik artis Erdian Aji Prihartanto alias Anji.
 
Pada video tersebut Hadi menyebutkan dirinya mendapatkan obat tersebut dari bahan-bahan herbal yang telah dikemas. Antibodi yang telah dibuatnya diklaim dapat menyembuhkan pasien covid-19 dalam waktu dua sampai tiga hari.
 
Ia juga mengaku sudah menyebarkan obat itu ke Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Bahkan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.
 
Penyataan Hadi dan Anji menjadi viral. Keduanya pun dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan menyebarkan berita bohong.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif