Kerusakan akibat gempa di Pulau Ambon, Kamis (26/9). Foto: DOK BNPB
Kerusakan akibat gempa di Pulau Ambon, Kamis (26/9). Foto: DOK BNPB

Goncangan Gempa Susulan di Ambon Semakin Mengecil

Muhammad Syahrul Ramadhan • 30 September 2019 01:20
Jakarta: Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2LD-LIPI), menyatakan, kekuatan goncangan pascagempa di Ambon pada Kamis, 26 September 2019 semakin mengecil. Dengan demikian, status gempa di Ambon dan sekitarnya semakin aman.
 
“Terhitung sudah 597 kali gempa susulan, tapi magnitudonya sudah semakin kecil setelah gempa pertama,” kata Kepala P2LD-LIPI Nugroho Dwi Hananto dikutip dari Antara, Minggu, 29 September 2019.
 
Ia menjelaskan, dalam studi tentang kegempaan, kekuatan yang dikeluarkan oleh gempa tektonik susulan pasti lebih kecil dari gempa utama. Karena, sebagian besar energi yang dihasilkan oleh pergeseran bidang patahan-patahan bumi yang menjadi sumber gempa sudah dilepaskan.      
 
Nugroho menyebut gempa-gempa susulan di Pulau Ambon dan sekitarnya yang masih terus terasa hingga hari ini merupakan proses normal pergerakan bidang patahan bumi saat melepaskan energi yang tersisa, untuk mencari keseimbangan. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan risau dengan gempa-gempa susulan yang masih terasa.

Tetapi untuk korban dampak gempa yang rumahnya retak disarankan agar tidak berada lama di dalamnya, lantaran bisa saja roboh akibat goncangan gempa. Ia pun menyebut, semakin banyak gempa susulan semakin bagus, karena energinya semakin berkurang.
 
“Yang dilepaskan sekarang adalah sisa-sisa energi. Melepaskan 100 kali gempa dengan magnitud lebih kecil lebih baik daripada satu kali gempa 6,5 SR, karena skala lima sampai enam itu 1.000 kali magnitudnya,” terang Nugroho.
 
Hingga kemarin, berdasarkan data Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) tercatat korban meninggal sebanyak 30 orang. Sementara korban luka-luka 156 orang.
 
Pelaksana tugas Kepala Pusat Data dan Informasi Masyarakat (Kapusdatinmas) BNPB Agus Wibowo mengatakan jumlah korban tewas merupakan laporan terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku. Data tersebut terhimpun hingga pukul 07.00 WIT. Jumlah korban masih mungkin terus bertambah.
 
Status tanggap darurat gempa Ambon sudah ditetapkan sejak 26 September hingga 9 Oktober 2019. Pembentukan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana (Posko PDB) juga sudah diberlakukan.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DMR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>