Jakarta: Beberapa hari lalu viral tim SAR terkena prank informasi dua bocah tenggelam di Sungai Desa Jatibarang lor, Brebes, Jawa Tengah. Di mana setelah dilakukan pencarian diketahui tidak ada kejadian bocah tenggelam.
Ini berawal dari beredarnya informasi dengan narasi ada dua anak yang mandi di kali irigasi tersebut. Sementara itu, teman lainnya tidak ikut mandi.
Kabarnya ini kemudian diteruskan ke warga. Dan oleh warga dilaporkan ke kepolisian.
Tim SAR Gabungan bersama kepolisian setempat melakukan pencarian di sepanjang irigasi. Mereka menyisir setiap sudut kali untuk mencari keberadaan korban dan hasilnya nihil.
Momen kocak terjadi ketika bocah yang dikabarkan tenggelam itu sempat pulang ke rumah dan tidur. Saat bangun keduanya ikut bergabung dengan ratusan warga lainnya yang melihat proses pencarian yang dilakukan tim SAR.
Di tengah proses pencarian ada warga yang melihat anak yang diduga tenggelam itu justru ikut menonton proses pencarian tim gabungan.
Penjelasan Polisi
Kapolsek Jatibarang AKP Budi Suparyoto mengungkapkan bahwa informasi berawal dari laporan warga yang melihat seorang anak yang menangis di pinggir sungai. Warga salah menangkap maksud anak yang diketahui difabel (tuna rungu) tersebut.
Budi menjelaskan setelah dilakukan kroscek ke anak tersebut diketahui ternyata ia menangis karena alat pancingnya hanyut.
"Intinya ada kesalahpahaman warga yang melaporkan ke polisi melihat tingkah anak yang ternyata diketahui difabel," jelas Budi
Budi juga menegaskan kabar bahwa anak yang diduga tenggelam ikut melihat proses pencarian tim SAR adalah hoaks. Pasalnya tidak diketahui identitas bocah yang hilang.
"Itu tidak benar, karena memang tidak ada identitas siapa bocah yang dikabarkan tenggelam. Kami minta masyarakat bisa bijak dalam menggunakan menggunakan media sosial," ucapnya.
Jakarta: Beberapa hari lalu viral tim SAR terkena
prank informasi dua bocah tenggelam di Sungai Desa Jatibarang lor, Brebes, Jawa Tengah. Di mana setelah dilakukan pencarian diketahui tidak ada kejadian bocah tenggelam.
Ini berawal dari beredarnya
informasi dengan narasi ada dua anak yang mandi di kali irigasi tersebut. Sementara itu, teman lainnya tidak ikut mandi.
Kabarnya ini kemudian diteruskan ke warga. Dan oleh warga dilaporkan ke kepolisian.
Tim SAR Gabungan bersama kepolisian setempat melakukan pencarian di sepanjang irigasi. Mereka menyisir setiap sudut kali untuk mencari keberadaan korban dan hasilnya nihil.
Momen kocak terjadi ketika bocah yang dikabarkan tenggelam itu sempat pulang ke rumah dan tidur. Saat bangun keduanya ikut bergabung dengan ratusan warga lainnya yang melihat proses pencarian yang dilakukan tim SAR.
Di tengah proses pencarian ada warga yang melihat anak yang diduga tenggelam itu justru ikut menonton proses pencarian tim gabungan.
Penjelasan Polisi
Kapolsek Jatibarang AKP Budi Suparyoto mengungkapkan bahwa informasi berawal dari laporan warga yang melihat seorang anak yang menangis di pinggir sungai. Warga salah menangkap maksud anak yang diketahui difabel (tuna rungu) tersebut.
Budi menjelaskan setelah dilakukan kroscek ke anak tersebut diketahui ternyata ia menangis karena alat pancingnya hanyut.
"Intinya ada kesalahpahaman warga yang melaporkan ke polisi melihat tingkah anak yang ternyata diketahui difabel," jelas Budi
Budi juga menegaskan kabar bahwa anak yang diduga tenggelam ikut melihat proses pencarian tim SAR adalah hoaks. Pasalnya tidak diketahui identitas bocah yang hilang.
"Itu tidak benar, karena memang tidak ada identitas siapa bocah yang dikabarkan tenggelam. Kami minta masyarakat bisa bijak dalam menggunakan menggunakan media sosial," ucapnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(RUL)