CEO Media Group Mirdal Akib. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
CEO Media Group Mirdal Akib. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Metro TV Dukung Penuh Digitalisasi Penyiaran

Nasional metro tv televisi digital media group hut metro tv
Theofilus Ifan Sucipto • 21 November 2020 13:10
Jakarta: CEO Media Group, Mirdal Akib, menegaskan komitmen Metro TV mendukung migrasi siaran analog ke digital. Mirdal menilai tak ada alasan menunda digitalisasi siaran.
 
"Pertanyaannya kenapa kita harus tidak mendukung? Hari-hari ini tidak ada lagi teknologi analog," kata Mirdal dalam wawancara eksklusif bersama Medcom.id, Kamis, 19 November 2020.
 
Mirdal mengatakan negara tetangga di Asia Tenggara telah beralih ke digital. Bahkan, negara 'semuda' Timor Leste juga mulai migrasi ke siaran digital.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Metro TV, kata Mirdal, siap melakukan digitalisasi siaran. Buktinya, peralatan siaran dan studio Metro TV sudah digital.
 
"Tidak terbayangkan hasil rekaman digital, diolah digital, tapi dipancarkan secara analog, hasilnya analog. Ini menjadi sia-sia," tutur Mirdal.
 
Baca: Metro TV Sambut Peluang Digitalisasi Melalui Konvergensi
 
Mirdal mengatakan banyak keuntungan saat TV beralih ke digital. Misalnya efisiensi biaya dan menumbuhkan arena kompetisi siaran yang baik dan sehat.
 
Digitalisasi siaran juga berpotensi menghasilkan pendapatan negara dari penyewaan frekuensi untuk membuat TV baru. Hal itu berbanding lurus dengan banyaknya tenaga kerja yang terserap.
 
Mirdal khawatir siaran analog yang kini menjadi zona nyaman berdampak pada nasionalisme. Sebab, masyarakat Indonesia di perbatasan lebih sering terpapar dan menikmati siaran digital dari negera tetangga seperti Malaysia.
 
"Jadi kita mendukung percepatan terhadap migrasi analog ke digital," tegas dia.

Kontribusi Metro TV Dukung Siaran Digital

Mirdal mengatakan Metro TV telah mendorong migrasi siaran analog ke digital sejak 2009. Berbagai infrastruktur pendukung telah dibangun TV besutan Surya Paloh itu.
 
"Kita membangun 72 titik stasiun transmisi digital di seluruh Indonesia dari tahun 2012," kata Mirdal.
 
Metro TV juga aktif memberi masukan kepada pemerintah untuk melahirkan regulasi siaran digital. Mirdal bersyukur hal itu tertuang dalam Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) terkait penyiaran.
 
Selain itu, lanjut Mirdal, Metro TV telah terjun lebih dulu membuat TV digital yakni Magna Channel. Magna Channel menjadi salah satu keseriusan Metro TV mendukung digitalisasi siaran.
 
"Karena itu kami mendorong percepatan (migrasi analog ke digital) bisa segera dilakukan," tutur dia.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif