Ilustrasi. Foto: MI/Sumaryanto
Ilustrasi. Foto: MI/Sumaryanto

Hampir 10 Ribu Personel Jaga Istana dan Gedung DPR

Nasional unjuk rasa unjukrasa ricuh Omnibus Law
Siti Yona Hukmana • 08 Oktober 2020 13:34
Jakarta: Hampir 10 ribu personel disiapkan untuk mengamankan unjuk rasa penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) di Istana Merdeka dan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat. Petugas itu merupakan personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP.
 
"Dari Senin, 6 Oktober 2020 sampai hari ini personel (yang dikerahkan) 9.346 (orang)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Polda Metro juga menerjunkan 10 satuan setingkat kompi (SSK), yakni 1.000 personel brigade mobil (Brimob). Pengerahan seluruh personel itu untuk mengantisipasi kerusuhan pada demonstrasi penolakan UU Ciptaker tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua pos-pos tempat kita duduki, kita tempatkan personel TNI-Polri bersama pemerintah dalam hal ini Satpol PP dan Dinas Perhubungan," ujar Yusri.
 
Baca: 10 Pedemo UU Ciptaker di Istana Merdeka Reaktif Covid-19
 
Sebanyak 2 juta buruh mogok kerja sejak Selasa, 6 Oktober 2020 hingga puncaknya hari ini. Dasar hukum mogok nasional adalah Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik.
 
Para buruh berasal dari 32 federasi serikat. Selain mogok nasional, buruh juga akan mengambil tindakan strategis lainnya sepanjang waktu sesuai mekanisme konstitusi dan perundang-undangan.
 
UU Ciptaker dinilai merugikan buruh. Salah satunya, menghapus ketentuan upah minimum di kabupaten/kota, dan juga dapat menurunkan pesangon.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif