Ilustrasi masyarakat menggunakan transportasi umum, LRT. MI/Pius Erlangga
Ilustrasi masyarakat menggunakan transportasi umum, LRT. MI/Pius Erlangga

Kemenhub Ajak Masyarakat Beralih ke Transportasi Umum

Nasional transportasi kemenhub
Siti Yona Hukmana • 18 November 2020 18:55
Jakarta: Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengajak masyarakat segera beralih ke transportasi umum. Pasalnya, kesemrawutan telah terjadi di jalan raya kota-kota besar.
 
"Maka yang kita harapkan adalah perubahan mindset (pola pikir), culture (budaya) dari masyarakat kita, termasuk dari pemerintah pusat (pempus) dan daerah (pemda)," kata Budi dalam webinar bertema Prospek dan Inovasi untuk Angkutan Perkotaan pada Masa Pandemi, Rabu, 18 November 2020.
 
Budi mengatakan banyak dampak terjadi akibat kesemrawutan di kota-kota besar. Dampak itu, kata dia, harus disampaikan agar masyarakat mengetahui kerugian tersebut berpengaruh kepada perorangan maupun negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satu dampaknya lingkungan. Padahal kita tahu lingkungan kita harus dijaga dengan baik, sebab ada kehidupan yang harus jalan terus, karena memang kita hidup tidak hanya untuk sekarang, tapi juga untuk anak cucu kita," ungkap Budi.
 
Budi mengatakan lingkungan di kota-kota besar, terutama Jakarta semakin rusak. Menurut dia, 70 persen polusi udara terjadi akibat gas buang kendaraan bermotor.
 
Budi melanjutkan dampak lain dari kesemrawutan di jalan raya ialah pemborosan bahan bakar minyak (BBM). Kemudian, kemacetan yang membuat panjangnya waktu perjalanan. Kasus ini juga telah terjadi di Ibu Kota Jakarta.
 
"Berikutnya kecelakaan banyak terjadi. Kesemrawutan ini menimbulkan dampak masyarakat yang mungkin tidak sabar lalu berkecepatan tingi dan sebagainya, termasuk juga saya sering amati adalah konflik antarmasyarakat, konflik antrgolongan karena di jalan raya," tuturnya.
 
Baca: Kadung Salah Paradigma, Pengamat Beri Saran Pembenahan Transportasi
 
Budi mengakui masyarakat terbiasa bepergian menggunakan kendaraan pribadi lantaran praktis. Namun, dia ingin kebiasaan itu mulai ditinggalkan dengan beralih ke transportasi umum.
 
Budi mengeklaim sejumlah fasilitas transportasi umum telah diperbaiki demi kenyamanan masyarakat. Perbaikan sarana prasarana itu dilakukan dengan menggandeng konsultan dan pakar.
 
"Sehingga transportasi umum yang kita adakan di beberapa kota besar sesuai dengan harapan masyarakat, dan masyarakat mulai melirik atau meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke kendaraan umum," kata Budi.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif