Pembakaran kantor pemerintahan di Yalimo, Papua. Foto: Istimewa
Pembakaran kantor pemerintahan di Yalimo, Papua. Foto: Istimewa

7 Kantor Pemerintahan Yalimo Dibakar, Jalan Diblokade Massa

Siti Yona Hukmana • 30 Juni 2021 00:12
Jakarta: Massa membakar tujuh kantor pemerintahan dan satu Bank Papua serta memblokade akses jalan di Kabupaten Yalimo, Papua, sekitar pukul 16.00 WIT. Mereka merupakan pendukung pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 01, Erdi Dabi dan Jhon Wilil.
 
"Massa pendukung nomor urut 01 tidak puas dengan hasil putusan yang menyatakan pasangan calon bupati nomor urut 01, yaitu Erdi Dabi dan Jhon Wilil, di pilkada Kabupaten Yalimo didiskualifikasi," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulis, Selasa, 29 Juni 2021.
 
Kamal memerinci kantor yang dibakar massa. Gedung ini meliputi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kantor Gakkumdu, Kantor DPRD, Kantor Dinas Kesehatan, Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK), Kantor Perhubungan, hingga Bank Papua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: MK Diskualifikasi Paslon Pilbup Yalimo Erdi Dabi-John Wilil
 
Dia menuturkan peristiwa itu bermula saat simpatisan paslon 01 menyaksikan sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) melalui daring. Tidak terima dengan putusan MK, mereka mengamuk dan membakar sejumlah kantor pemerintahan tersebut.
 
"Kami menyayangkan peristiwa ini terjadi karena beberapa kantor pemerintah ini sebagai kantor pelayanan masyarakat dan pelayanan publik," ungkap Kamal.
 
Kamal meminta masyarakat, khususnya di Kabupaten Yalimo, untuk tetap menjaga situasi di wilayahnya. Aktivitas masyarakat lain tidak boleh terganggu.
 
"Kita mengajak semua pihak untuk menahan diri agar segera terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Yalimo yang aman dan kondusif," ujar dia.

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif