Jakarta: Baru-baru ini ramai di media sosial video yang memperlihatkan kondisi kamar kos penuh dengan tumpukan sampah dan barang berserakan. Diduga penghuni kos mengidap hoarding disorder.
Dalam video viral yang diunggah oleh akun TikTok @siskavizar terlihat pemilik kos melakukan pengecekan kamar yang dihuni oleh dua itu berantakan dan penuh sampah. Bahkan sampah-sampah tersebut sampai menutupi lemari, kasur, hingga lantai.
Pemilik kos yang terkejut langsung meminta kedua penghuni tersebut untuk segera membersihkan kamar. Selain itu mereka juga diminta untuk meninggalkan tempat tersebut.
Kondisi kamar yang berantakan dan penuh tumpukan sampah ini pun membuat munculnya dugaan penghuni kos tersebut mengalami hoarding disorder. Berikut penjelasan mengenai hoarding disorder.
Apa Itu Hoarding Disorder
Hoarding disorder merupakan gangguan psikologis berat yang mendorong penderitanya untuk menimbun barang-barang tidak terpakai, pakaian kotor, hingga sampah di tempat tinggalnya. Selain barang, penderita penderita kondisi ini juga bisa mengumpulkan hewan yang terlantar, tetapi tidak mengurusnya dengan benar.
Perilaku ini kerap dialami oleh penderita gangguan kepribadian obsesif kompulsif. Akibat kondisi ini, rumah atau tempat tinggal penderitanya akan menjadi kotor dan bau. Sementara itu, mereka dianggap pemalas dan orang yang jorok.
Penyebab Hoarding Disorder
Melansir Alodokter, belum diketahui secara pasti penyebab seseorang mengalami hoarding disorder. Tetapi, ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko orang mengalami kondisi ini, antara lain:
Mengalami gangguan mental, seperti depresi, skizofernia, dan gangguan obsesif kompulsif (OCD)
Dibesarkan dalam keluarga yang tidak mengajari cara memilah barang
Memiliki keluarga yang juga menderita hoarding disorder
Pernah ditinggalkan oleh orang yang dicintai
Pernah mengalami kesulitan ekonomi
Pernah mengalami kehilangan harta benda akibat kebakaran atau bencana alam
Gejala Hoarding Disorder
Tak hanya mencari dan menyimpan barang dalam jumlah berlebihan, penderita hoarding disorder akan mengalami sejumlah gejala lain seperti berikut ini:
Sulit membuang barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan
Merasa cemas saat hendak membuang barang yang tidak diperlukan
Sulit mengambil keputusan
Mencari benda lain dari luar rumah agar bisa ditimbun
Merasa tertekan saat benda miliknya disentuh orang lain
Menyimpan barang sampai mengganggu fungsi ruangan di rumah
Melarang orang lain membersihkan rumahnya
Menjauhkan diri dari keluarga dan teman.
Jakarta: Baru-baru ini ramai di media sosial video yang memperlihatkan kondisi
kamar kos penuh dengan tumpukan sampah dan barang berserakan. Diduga penghuni kos mengidap hoarding disorder.
Dalam video viral yang diunggah oleh akun TikTok @siskavizar terlihat pemilik kos melakukan pengecekan kamar yang dihuni oleh dua itu berantakan dan penuh sampah. Bahkan sampah-sampah tersebut sampai menutupi lemari, kasur, hingga lantai.
Pemilik kos yang terkejut langsung meminta kedua penghuni tersebut untuk segera membersihkan kamar. Selain itu mereka juga diminta untuk meninggalkan tempat tersebut.
Kondisi kamar yang berantakan dan penuh tumpukan sampah ini pun membuat munculnya dugaan penghuni kos tersebut
mengalami hoarding disorder. Berikut penjelasan mengenai hoarding disorder.
Apa Itu Hoarding Disorder
Hoarding disorder merupakan gangguan psikologis berat yang mendorong penderitanya untuk menimbun barang-barang tidak terpakai, pakaian kotor, hingga sampah di tempat tinggalnya. Selain barang, penderita penderita kondisi ini juga bisa mengumpulkan hewan yang terlantar, tetapi tidak mengurusnya dengan benar.
Perilaku ini kerap dialami oleh penderita gangguan kepribadian obsesif kompulsif. Akibat kondisi ini, rumah atau tempat tinggal penderitanya akan menjadi kotor dan bau. Sementara itu, mereka dianggap pemalas dan orang yang jorok.
Penyebab Hoarding Disorder
Melansir Alodokter, belum diketahui secara pasti penyebab seseorang mengalami hoarding disorder. Tetapi, ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko orang mengalami kondisi ini, antara lain:
- Mengalami gangguan mental, seperti depresi, skizofernia, dan gangguan obsesif kompulsif (OCD)
- Dibesarkan dalam keluarga yang tidak mengajari cara memilah barang
- Memiliki keluarga yang juga menderita hoarding disorder
- Pernah ditinggalkan oleh orang yang dicintai
- Pernah mengalami kesulitan ekonomi
- Pernah mengalami kehilangan harta benda akibat kebakaran atau bencana alam
Gejala Hoarding Disorder
Tak hanya mencari dan menyimpan barang dalam jumlah berlebihan, penderita hoarding disorder akan mengalami sejumlah gejala lain seperti berikut ini:
- Sulit membuang barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan
- Merasa cemas saat hendak membuang barang yang tidak diperlukan
- Sulit mengambil keputusan
- Mencari benda lain dari luar rumah agar bisa ditimbun
- Merasa tertekan saat benda miliknya disentuh orang lain
- Menyimpan barang sampai mengganggu fungsi ruangan di rumah
- Melarang orang lain membersihkan rumahnya
- Menjauhkan diri dari keluarga dan teman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)