Perusahaan Rintisan Tumbuh Subur di Era Jokowi
Diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 - Medcom.id/Yogi Bayu Aji.
Jakarta: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebut perusahaan rintisan tumbuh subur selama 4 tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hal itu tak lepas dari pemanfaatan riset dalam dunia usaha. 

"Inovasi startup dasarnya dari riset, kalau tidak ada riset akan ngawur," kata Nasir dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Oktober 2018.

Nasir menyebut pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan wirausahawan berbasis riset. Pada 2016, hanya ada 203 pengusaha di bidang ini, tetapi ada tren positif yang terus tumbuh. 


"2017 menjadi 601 orang dan pada 2018 meningkat menjadi seribu lebih," beber dia. 

Nasir menjelaskan anak bangsa telah mampu mengembangkan inovasi teknologi menjadi bisnis. Salah satu contohnya, kapal pelat baja datar yang lebih kuat, murah, dan bisa didaur ulang. 

Selain itu, anak bangsa juga sudah menciptakan motor listrik Gesits yang konten lokalnya mencapai 88 persen. Kendaraan itu bahkan sudah diujicoba dari Jakarta ke Bali dan siap diluncurkan. 

(Baca juga: Bangun Pendidikan Tinggi di Papua lewat Daring)

"Spidometer biasanya permanen. Ini handphone di mana bisa dipasang jadi spidometer. Dilepas jadi handphone lagi," tutur dia. 

Di sisi lain, jumlah publikasi ilmiah dari para dosen dan peneliti Indonesia juga terus meningkat. Pada 2013, publikasi ilmiah yang dirilis hanya 5.299 buah. 

Saat itu, kata dia, Indonesia kalah jauh dari negara-negara tetangga di Asian Tenggara. Singapura yang memiliki jumlah warga lebih sedikit mencetak 18 ribu publikasi ilmiah, sedangkan Thailand 9.200.

Sementara itu, per 10 Oktober 2018, Indonesia sudah mencetak 20.610 publikasi ilmiah. Indonesia menggeser Singapura yang hanya mengeluarkan 16 ribu publikasi ilmiah. 





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id