Ditjen PFM Kemensos Gelar Kompetisi KUBE Berprestasi

Anggi Tondi Martaon 22 November 2018 19:03 WIB
Berita Kemensos
Ditjen PFM Kemensos Gelar Kompetisi KUBE Berprestasi
Ditjen PFM Kemensos menggelar Penilaian Pendamping dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Berprestasi Tahun 2018 (Foto:Dok)
Jakarta: Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin  Kementerian Sosial (Ditjen PFM Kemensos) menggelar Penilaian Pendamping dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Berprestasi Tahun 2018. 

Pada pembukaan acara, Dirjen PFM Kemensos Andi ZA Dulung mengatakan, KUBE dinilai sebagai salah satu kunci keberhasilan penurunan angka kemiskinan di Indonesia. “KUBE mampu membuat angka kemiskinan turun permanen. Bapak, ibu adalah bagian dari itu,” kata Andi dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 November 2018.

Andi memuji keberhasilan para pendamping dan KUBE yang hadir pada acara bertema Bekerja dan Berusaha Bersama yang Produktif, Wujudkan Kesejahteraan Keluarga Masyarakat Indonesia.  Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Aston Imperial Bekasi itu dihadiri 93 peserta dari 31 kabupaten/kota. 


Sementara itu, Direktur PFM Perdesaan Naziarto menjelaskan, para peserta merupakan orang terpilih. Mereka sukses mengelola KUBE sejak dicetuskan pada 2014. 

“Mereka adalah orang-orang terbaik yang sukses mengelola KUBE, baik yang memulai usaha pada 2014, 2015, maupun 2016,” ujarnya.

Untuk mengikuti penillaian tingkat pusat, para pendamping dan KUBE telah melewati penilaian tingkat kabupaten dan provinsi. Mereka dinilai oleh petugas pusat yang datang langsung meninjau ke lokasi usaha. "Ada yang memiliki aset hingga Rp50 juta, bahkan Rp500 juta,” katanya.

 
Dirjen PFM Kemensos Andi ZA Dulung (Foto:Dok)

Selama empat hari, (21-24 November 2018), para peserta dari 31 provinsi mengikuti sesi penilaian. Juri yang terdiri atas Kabid Litang Rehsos dan Dayasos Oetami Dewi, Iskandar Andi Nuhung dari UIN Jakarta, Lektor Kepala STKS Didiet Widiowati, dan motivator Triwandy Jumidal, akan memberikan penilaian dari berbagai produk unggulan yang dipresentasikan oleh seluruh peserta. 

Salah satunya yang ditampilkan  oleh ketua KUBE Sinar Rezeki dari Kota Bukittinggi, Yusvitra Meinar. Didampingi oleh Pendamping KUBE, Sysilia Malaeka Asmara, Yusvitra memamerkan salah satu produk mereka yaitu mukena.



"Untuk mukena, kami bisa memproduksi enam mukena per bulan yang dikerjakan oleh dua orang anggota. Itu karena diperlukan waktu lama untuk membuat polanya. Ke depan kami ingin meningkatkan kemampuan dengan berlatih membuat pola,” kata Yusvitra.

Yusvitra menceritakan, KUBE Sinar Rezeki mendapat bantuan dana dari Dinsos Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp30 juta. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk diversifikasi produk berupa seprai, kerudung, gamis wanita, dan bedcover.

Tercatat hingga 31 Oktober 2018, mereka mampu meraup laba Rp275.370.000. “Dari Iuran Kesetiakawanan Sosial, kami memberikan bantuan pinjaman modal usaha untuk orang di luar kelompok kami dan memberikan bantuan untuk penanggulangan bencana alam,” katanya.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id