Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap korban tertimbun longsor yang dipicu kecelakaan kerja konstruksi di Jatinangor, Sumedang, pada Jumat, 2 Januari 2026. ANTARA/Ilham Nugraha.
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap korban tertimbun longsor yang dipicu kecelakaan kerja konstruksi di Jatinangor, Sumedang, pada Jumat, 2 Januari 2026. ANTARA/Ilham Nugraha.

Longsor di Jatinangor Sumedang, Empat Orang Tewas

Muhammad Syahrul Ramadhan • 03 Januari 2026 19:57
Jakarta: Longsor terjadi di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026 itu mengakibatkan empat orang meninggal.
 
Melalui proses pencarian, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh korban pada Jumat malam, 2 Januari 2026. Seluruh jenazah korban ditemukan dan berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian sekitar pukul 19.00 WIB.
 
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung, Muhammad Adip, mengonfirmasi proses evakuasi telah selesai dilaksanakan dan sudah tidak ada lagi korban yang dilaporkan hilang atau tertimbun.

Ia menjelaskan bahwa tim di lapangan telah menyisir setiap sudut lokasi kejadian dengan ditemukannya korban keempat pada pukul tujuh malam, proses pencarian dinyatakan ditutup secara resmi.
 
Adip juga memaparkan bagaimana proses evakuasi yang dilakukan. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, ia menyatakan bahwa seluruh rangkaian penyelamatan berjalan dengan lancar. 
 
Tim penyelamat memutuskan untuk tidak menurunkan alat berat ke titik longsor karena adanya pertimbangan teknis dan keselamatan tim penyelamat sehingga penyelamatan dilakukan sepenuhnya secara manual.
 
"Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan dengan lancar. Evakuasi dilakukan secara manual. Tidak ada alat berat yang diturunkan karena kondisi lokasi yang tidak memungkinkan," tutur Adip.
 
Dalam laporan resmi, Basarnas merilis identitas lengkap para pekerja yang menjadi korban dalam peristiwa kecelakaan kerja ini. 
 
Empat orang yang dinyatakan meninggal dunia terdiri dari warga asal Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, diantaranya adalah: 
 
Ivan, warga Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Ujang, warga Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Ade Hilir, warga Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung.
Heri, warga Karasak, Kabupaten Sumedang.
 
Basarnas mencatat ada beberapa nama yang dinyatakan selamat, diantaranya adalah Dian (41) dan Ahmid (71), keduanya merupakan warga lokal Desa Cisempur. 
 
Setelah berhasil dievakuasi dari area berbahaya, mereka segera dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Padjadjaran guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
 
Selain Dian dan Ahmid, dilaporkan pula bahwa Dahlan (42), yang juga merupakan warga Desa Cisempur, berada di lokasi kejadian namun dinyatakan selamat.
 
Terdapat pula satu orang pekerja lainnya yang hingga kini identitasnya belum diketahui lebih jauh, namun dipastikan berhasil menyelamatkan diri dengan cara meloloskan diri sesaat sebelum tertimbun material longsoran.
 
Baca juga: Hutan Gundul Picu Banjir Sumatera, Apa Saja Tugas Menteri Kehutanan Indonesia?

 
Basarnas menyebutkan ada 200 personel gabungan yang disebar ke beberapa titik area bencana dan dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian. Personel dikerahkan pada lokasi utama terjadinya longsor dan sebagian lainnya ditempatkan di bagian bawah area longsor. 
 
Berdasarkan estimasi di lapangan, material tanah yang menimbun para pekerja memiliki ketinggian mencapai sekitar tiga meter. Secara keseluruhan, total area yang terdampak oleh pergerakan tanah dan longsoran ini mencapai luas sekitar 10 meter. 
 
Meskipun area terdampak tergolong di lokasi pekerjaan, namun kedalaman timbunan menjadi alasan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dalam kecelakaan kerja tersebut. 

Proyek TPT Tak Berizin Picu Longsor

Bupati Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Dony Ahmad Munir menyatakan bahwa longsor yang terjadi di Jatinangor berkaitan dengan aktivitas pembangunan tembok penahan tebing (TPT) yang tidak berizin.
 
Dony menyebut peristiwa tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh faktor cuaca, melainkan dipicu oleh aktivitas konstruksi yang berlangsung di area tersebut.
 
"Berdasarkan pengecekan yang telah saya lakukan, longsor ini bukan semata-mata akibat hujan, melainkan dampak dari aktivitas pembangunan TPT. Saya sudah memastikan bahwa kegiatan pembangunan ini tidak memiliki izin," jelas Dony dikutip dari Antara, 3 Januari 2026.
 
(Syarifah Komalasari)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan