Jakarta: Salah satu kecemasan terbesar orang tua saat ini adalah paparan konten yang tidak sesuai usia serta interaksi asing yang tidak diinginkan pada akun media sosial anak mereka. Menjawab keresahan tersebut, Meta secara resmi mengumumkan pembaruan infrastruktur keamanan pada platform Instagram lewat peluncuran Akun Remaja (Teen Accounts).
Pembaruan ini menerapkan sistem proteksi bawaan yang sangat ketat secara otomatis (by default) bagi seluruh pengguna yang terdeteksi berusia di bawah 16 tahun. Pengaturan inovatif ini diinspirasi langsung oleh standar klasifikasi usia film 13+ serta masukan dari komunitas orang tua global.
Proteksi Berlapis dan Filter Komentar Otomatis
Regional Lead, Facebook & Messaging Policy, Meta Asia Pasifik, Esther Samboh, memaparkan secara detail mekanisme teknis yang bekerja di dalam Akun Remaja tersebut. Ketika anak masuk ke dalam ekosistem ini, ruang interaksi mereka akan langsung dibatasi secara masif oleh sistem.
"Secara otomatis langsung ter-set, tidak dapat chat kecuali sama akun-akun yang di-follow. Dan juga ada interaksi-interaksi yang terbatas dan konten-konten yang terbatas yang sesuai dengan usianya,” jelas Esther.
Melalui fitur Konten Terbatas (Limited Content), sistem algoritma standar komunitas Meta akan menyaring ruang siber anak hingga ke level terkecil. Komentar-komentar yang dinilai tidak pantas atau tidak memenuhi rating kelayakan usia 13+ akan langsung disembunyikan secara otomatis. Selain itu, akun asing atau orang tidak dikenal tidak akan bisa menandai maupun melakukan tag kepada akun remaja tersebut.
Supervisi Penuh di Tangan Orang Tua
Meta memastikan bahwa kendali supervisi tetap berada di bawah otoritas penuh orang tua atau wali. Apabila anak remaja yang berusia 12-15 tahun ingin mengubah pengaturan akun mereka menjadi lebih longgar, sistem Meta akan mengunci tindakan tersebut dan mewajibkan adanya persetujuan atau verifikasi digital langsung dari orang tua.
Tak hanya itu, orang tua juga dibekali kontrol batas waktu harian penggunaan aplikasi yang fleksibel, mulai dari opsi 15 menit, 30 menit, hingga 60 menit, guna membantu anak membangun kebiasaan digital yang seimbang dan mencegah kecanduan gawai. (Fany Wirda Putri)
Jakarta: Salah satu kecemasan terbesar orang tua saat ini adalah paparan konten yang tidak sesuai usia serta interaksi asing yang tidak diinginkan pada akun media sosial anak mereka. Menjawab keresahan tersebut,
Meta secara resmi mengumumkan pembaruan infrastruktur keamanan pada platform Instagram lewat peluncuran Akun Remaja (Teen Accounts).
Pembaruan ini menerapkan sistem proteksi bawaan yang sangat ketat secara otomatis (by default) bagi seluruh pengguna yang terdeteksi berusia di bawah 16 tahun. Pengaturan inovatif ini diinspirasi langsung oleh standar klasifikasi usia film 13+ serta masukan dari komunitas orang tua global.
Proteksi Berlapis dan Filter Komentar Otomatis
Regional Lead, Facebook & Messaging Policy, Meta Asia Pasifik, Esther Samboh, memaparkan secara detail mekanisme teknis yang bekerja di dalam Akun Remaja tersebut. Ketika anak masuk ke dalam ekosistem ini, ruang interaksi mereka akan langsung dibatasi secara masif oleh sistem.
"Secara otomatis langsung ter-set, tidak dapat chat kecuali sama akun-akun yang di-follow. Dan juga ada interaksi-interaksi yang terbatas dan konten-konten yang terbatas yang sesuai dengan usianya,” jelas Esther.
Melalui fitur Konten Terbatas (Limited Content), sistem algoritma standar komunitas Meta akan menyaring ruang siber anak hingga ke level terkecil. Komentar-komentar yang dinilai tidak pantas atau tidak memenuhi rating kelayakan usia 13+ akan langsung disembunyikan secara otomatis. Selain itu, akun asing atau orang tidak dikenal tidak akan bisa menandai maupun melakukan tag kepada akun remaja tersebut.
Supervisi Penuh di Tangan Orang Tua
Meta memastikan bahwa kendali supervisi tetap berada di bawah otoritas penuh orang tua atau wali. Apabila anak remaja yang berusia 12-15 tahun ingin mengubah pengaturan akun mereka menjadi lebih longgar, sistem Meta akan mengunci tindakan tersebut dan mewajibkan adanya persetujuan atau verifikasi digital langsung dari orang tua.
Tak hanya itu, orang tua juga dibekali kontrol batas waktu harian penggunaan aplikasi yang fleksibel, mulai dari opsi 15 menit, 30 menit, hingga 60 menit, guna membantu anak membangun kebiasaan digital yang seimbang dan mencegah kecanduan gawai.
(Fany Wirda Putri) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)