Jakarta: Tanggal 10 Maret 2026 merupakan hari ke-20 puasa alias bertepatan dengan 20 Ramadan 1447H berdasarkan kalender pemerintah/Nahdlatul Ulama.
Sedangkan untuk kalender Muhammadiyah, 10 Maret 2026 terhitung tanggal 21 Ramadan 1447H karena awal Ramadan Muhammadiyah lebih cepat satu hari.
Artinya, tanggal 10 Maret sudah masuk fase 10 hari terakhir Ramadan. Rasulullah SAW menganjurkan umat muslim meningkatkan ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Alasan yang pertama karena masa ini merupakan penutup bulan Ramadan yang penuh berkah. Dalam Islam, amalan seseorang sering dinilai dari bagaimana penutupnya.
Kedua, sepuluh malam terakhir termasuk malam-malam yang sangat dicintai Rasulullah SAW sehingga beliau memaksimalkan ibadah pada waktu tersebut.
Ketiga, adanya harapan untuk meraih malam Lailatul Qadar, yaitu malam kemuliaan yang nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.
Keempat, Rasulullah memberikan teladan agar umatnya tidak terlena oleh kesibukan menjelang Idul Fitri sehingga melupakan keutamaan ibadah di penghujung Ramadan.
Amalan di 10 hari terakhir Ramadan
1. Memperpanjang Salat Malam
Salah satu amalan utama yang dilakukan Rasulullah SAW pada sepuluh malam terakhir adalah memperbanyak salat malam. Nabi menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai ibadah seperti salat, zikir, dan doa hingga menjelang fajar.
Kesungguhan tersebut juga ditularkan kepada anggota keluarganya agar bersama-sama merasakan kekhusyukan ibadah di malam Ramadan.
2. Memperbanyak Sedekah
Selain ibadah ritual, Rasulullah juga mencontohkan pentingnya memperbanyak sedekah di sepuluh hari terakhir Ramadan. Sedekah menjadi wujud syukur atas nikmat dipertemukan dengan bulan suci sekaligus sebagai penyempurna ibadah puasa.
Dalam Islam, keseimbangan antara ibadah kepada Allah dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dari kualitas keimanan.
3. I’tikaf
Amalan lain yang sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan adalah i’tikaf. I’tikaf berarti berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ibadah seperti zikir, doa, membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, serta memohon ampunan.
4. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an atau tilawah juga menjadi amalan penting yang dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Banyak umat Islam memanfaatkan waktu tersebut untuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an, baik di masjid maupun di rumah.
Tilawah merupakan ibadah yang ringan namun memiliki pahala besar. Tidak sedikit muslim yang menjadikan akhir Ramadan sebagai momen untuk menyelesaikan khataman Al-Qur’an.
Bagi sebagian orang yang memiliki kesibukan sehari-hari, khatam Al-Qur’an sekali selama Ramadan sudah menjadi target yang realistis. Namun, semangat membaca Al-Qur’an tetap dianjurkan untuk ditingkatkan, khususnya pada sepuluh hari terakhir bulan suci.
Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah waktu yang sangat berharga. Pada fase inilah peluang meraih pahala besar terbuka lebar, termasuk kesempatan mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momen ini dengan memperbanyak ibadah, meningkatkan keikhlasan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jakarta: Tanggal 10 Maret 2026 merupakan hari ke-20 puasa alias bertepatan dengan 20
Ramadan 1447H berdasarkan kalender pemerintah/Nahdlatul Ulama.
Sedangkan untuk kalender Muhammadiyah, 10 Maret 2026 terhitung tanggal 21 Ramadan 1447H karena awal Ramadan Muhammadiyah lebih cepat satu hari.
Artinya, tanggal 10 Maret sudah masuk fase 10 hari terakhir Ramadan. Rasulullah SAW menganjurkan umat muslim meningkatkan ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Alasan yang pertama karena masa ini merupakan penutup bulan Ramadan yang penuh berkah. Dalam Islam, amalan seseorang sering dinilai dari bagaimana penutupnya.
Kedua, sepuluh malam terakhir termasuk malam-malam yang sangat dicintai Rasulullah SAW sehingga beliau memaksimalkan ibadah pada waktu tersebut.
Ketiga, adanya harapan untuk meraih malam Lailatul Qadar, yaitu malam kemuliaan yang nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.
Keempat, Rasulullah memberikan teladan agar umatnya tidak terlena oleh kesibukan menjelang Idul Fitri sehingga melupakan keutamaan ibadah di penghujung Ramadan.
Amalan di 10 hari terakhir Ramadan
1. Memperpanjang Salat Malam
Salah satu amalan utama yang dilakukan Rasulullah SAW pada sepuluh malam terakhir adalah memperbanyak salat malam. Nabi menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai ibadah seperti salat, zikir, dan doa hingga menjelang fajar.
Kesungguhan tersebut juga ditularkan kepada anggota keluarganya agar bersama-sama merasakan kekhusyukan ibadah di malam Ramadan.
2. Memperbanyak Sedekah
Selain ibadah ritual, Rasulullah juga mencontohkan pentingnya memperbanyak sedekah di sepuluh hari terakhir Ramadan. Sedekah menjadi wujud syukur atas nikmat dipertemukan dengan bulan suci sekaligus sebagai penyempurna ibadah puasa.
Dalam Islam, keseimbangan antara ibadah kepada Allah dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dari kualitas keimanan.
3. I’tikaf
Amalan lain yang sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan adalah i’tikaf. I’tikaf berarti berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ibadah seperti zikir, doa, membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, serta memohon ampunan.
4. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an atau tilawah juga menjadi amalan penting yang dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Banyak umat Islam memanfaatkan waktu tersebut untuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an, baik di masjid maupun di rumah.
Tilawah merupakan ibadah yang ringan namun memiliki pahala besar. Tidak sedikit muslim yang menjadikan akhir Ramadan sebagai momen untuk menyelesaikan khataman Al-Qur’an.
Bagi sebagian orang yang memiliki kesibukan sehari-hari, khatam Al-Qur’an sekali selama Ramadan sudah menjadi target yang realistis. Namun, semangat membaca Al-Qur’an tetap dianjurkan untuk ditingkatkan, khususnya pada sepuluh hari terakhir bulan suci.
Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah waktu yang sangat berharga. Pada fase inilah peluang meraih pahala besar terbuka lebar, termasuk kesempatan mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momen ini dengan memperbanyak ibadah, meningkatkan keikhlasan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)