Ilustrasi. Foto: Freepik.com
Ilustrasi. Foto: Freepik.com

Studi Ungkap Deforestasi Bikin Nyamuk Semakin Suka Darah Manusia

Fatha Annisa • 20 Januari 2026 17:15
Jakarta: Deforestasi tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga meningkatkan serangan nyamuk terhadap manusia, yang kemudian membawa ancaman serius bagi kesehatan.
 
Deforestasi merupakan penebangan atau penggundulan hutan yang biasanya dilakukan dengan tujuan penebangan kayu komersial dalam skala besar. Deforestasi juga sering dilakukan untuk pembebasan lahan.
 
Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers, ditemukan adanya hubungan kuat antara deforestasi dan meningkatnya penularan penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), Zika, dan demam kuning.
 
Baca juga: 15 Penyebab Deforestasi Hutan yang Mengancam Ekosistem, Apa Saja?

 
Peningkatan penularan penyakit-penyakit itu diakibatkan hilangnya habitat dan satwa liar sebagai inang alami nyamuk. Dengan begitu, nyamuk tidak punya pilihan lain selain beralih mengisap darah manusia.
 
Meskipun sebenarnya hanya sebagian kecil dari 3.500 spesies nyamuk yang lebih menyukai darah manusia, perubahan lanskap akibat deforestasi tetap dapat menggeser pola makan nyamuk ke manusia.
 
“Nyamuk yang biasanya mengisap darah inang lain di dalam habitat, dapat beralih ke manusia jika habitat tersebut tidak lagi cocok untuk inang tersebut dan mereka pergi,” kata Laura Harrington, profesor entomologi tingkat PhD di Cornell University, dikutip laman National Geographic Indonesia.
 
 
Baca juga: Islandia Jadi Satu-Satunya Negara Bebas Nyamuk! Ini Rahasianya

 
Dilakukan di sisa Hutan Atlantik Brasil (Rio de Janeiro) yang kini hanya tersisa 29% dari luas aslinya akibat deforestasi dan pembangunan, penelitian itu mengungkapkan bahwa daerah dengan deforestasi lebih parah memiliki populasi nyamuk lebih tinggi dan tingkat penyakit tular nyamuk yang lebih besar.
 
Berkurangnya keanekaragaman hayati juga menghilangkan “penyangga alami” yang biasanya menekan penyebaran penyakit. Selain itu, nyamuk memiliki sifat oportunis dan tidak terbang jauh, sehingga akan mengisap darah manusia jika sumber terdekat adalah manusia.
 
“Mereka mulai mencari manusia karena nyamuk jarang terbang jarak jauh. Mereka tidak akan menghabiskan banyak energi untuk mencari sumber makanan lain,” jelas salah satu penulis, Sérgio Lisboa Machado.

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan