Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Masyarakat Diminta Tak Takut Donor Darah di Tengah Covid-19

Nur Azizah • 02 April 2020 11:00
Jakarta: Palang Merah Indonesia (PMI) menyatakan kekurangan pasokan stok darah. Hal ini disebabkan warga takut untuk mendonorkan darahnya di tengah pendemi Covid-19.
 
Sedangkan, PMI harus menyediakan kebutuhan darah untuk penderita thalasemia, hemofilia, orang dengan kelainan ginjal, dan beberapa pasien dengan penanganan gawat darurat. Sedangkan, stok darah di PMI kini tinggal 30 persen.
 
Mensiasati itu, PMI bekerja sama dengan Relawan Siaga, Glek, dan Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) membuat program 'Ayo Bantu PMI'. Tujuannya, agar masyarakat tak takut dan khawatir mendonorkan darahnya tentunya dengan pengawasan dan sterilisasi ketat. 

"PMI mengalami penurunan donor Darah yang signifikan. Kita tidak boleh membiarkan defisit penerimaan Darah," kata Sandiaga Uno selaku Dewan Penasihat Relawan Siaga dan Rumah Sandiuno Indonesia (RSI), Jakarta, Kamis, 2 April 2020.
 
Baca: PMI Perketat Syarat Donor Darah
 
Terang Sandi, idealnya, stok darah nasional dua persen dari total total penduduk Indonesia. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu meminta masyarakat tak khawatir mendonorkan darahnya.
 
"PMI telah menyiapkan protokol penanganan covid-19 terkait dengan donor darah, jadi kami mengajak masyarakat untuk mendatangi unit donor darah PMI terdekat, karena saat ini penderita thalasemia, kanker darah dan DBD sangat membutuhkan darah dari para Relawan kemanusiaan, " jelas Sandiaga.
 
Sebelumnya, Palang Merah Indonesia (PMI) sendiri memperketat syarat donor darah. Hal ini berkaitan dengan munculnya pandemi virus korona (covid-19).
 
"Kami menganggap bahwa yang datang dalam keadaan sehat. Kami cek suhu tubuhnya, tak boleh lebih dari 37,5 derajat," kata Humas Unit Donor Darah PMI Pusat Lilis Widjaya saat dihubungi, Selasa, 24 Maret 2020.
 
Selain itu, PMI mewawancara calon donor darah secara rinci. Mereka ditanyakan apakah pernah ke luar negeri dalam waktu dekat, pernah kontak dengan pasien positif covid-19, hingga mengisi formulir surveilans terkait keadaan lingkungan sekeliling.
 
"Karena yang kami tolong orang sakit, jadi kalau kualitas yang tidak sehat, kasihan juga yang terima darah," ucap dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>