Ilustrasi Transjakarta. MI/Pius Erlangga
Ilustrasi Transjakarta. MI/Pius Erlangga

Transportasi Publik Layak Masuk Prioritas Alokasi APBD, Ini Alasannya

Nasional transportasi apbd Angkutan Umum
Adri Prima • 21 April 2022 23:11
Jakarta: Angkutan umum sudah menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat perkotaan. Namun angkutan umum massal idealnya memenuhi aspek kenyamanan sehingga orang-orang mau beralih dari kendaraan pribadi menggunakan transportasi publik. 
 
Saat ini, di Indonesia belum banyak pemerintah daerah yang memiliki kebijakan khusus dalam hal mengembangkan angkutan umum massal.
 
Tercatat baru Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang sudah menyelenggarakan angkutan perkotaan berbasis BRT (Bus Rapid Transit) dengan mekanisme subsidi BTS (Buy The Service) dengan anggaran sepenuhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pakar Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan mengungkapkan, jika merujuk Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pemerintah Daerah memiliki kewajiban menyediakan prasarana dan sarana transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakatnya. 
 
Untuk membangun dan mengembangan sistem transportasi yang aman dan nyaman tersebut diperlukan political will pemerintah daerah. Namun, memang dalam Undang-Undang Pemerintah Daerah, prasarana dan sarana transportasi belum masuk menjadi prioritas.
 
“Jika melihat perkembangan perkotaan besar dan aglomerasi, layanan transportasi umum perkotaan idealnya sudah menjadi pelayanan dasar karena terkait erat dengan mobilitas misalnya pekerjaan dan pendidikan. Oleh karena itu, regulasinya harus kita push (dorong)," ujar Presiden Institut Otonomi Daerah, Djohermansyah Djohan dalam acara 'Ngobrol Seputar Transportasi (Ngopi) Jabodetabek' yang digelar Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
 
Pemerintah Pusat lewat Kemendagri misalnya bisa memberi arahan yang jelas untuk menyakinkan kepala daerah agar mengalokasikan APBD-nya untuk transportasi publik. Saya melihat faktor leadership kepala daerah juga penting yaitu memperjuangkan warganya agar mendapat pelayanan transportasi publik yang baik,” lanjutnya.

Angkutan berbasis Bus Rapid Transit (BRT)


Sementara itu, Direktur Angkutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Tatan Rustandi mengungkapkan, dalam rencana strategis BPTJ sudah terdapat rencana pengembangan angkutan perkotaan berbasis BRT atau Biskita di wilayah lain di Bodetabek. 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif