Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Vaksin Covid-19 untuk Lansia Telah Tiga Kali Uji Klinik

Kautsar Widya Prabowo • 07 Februari 2021 19:48
Jakarta: Vaksin covid-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) telah melalui uji klinik hingga tiga tahap. Proses tersebut dilakukan di sejumlah negara. 
 
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menjelaskan uji klinik tahap pertama dan kedua dilakukan di Tiongkok dengan melibatkan 400 lansia. Vaksin disuntikkan sebanyak dua kali dengan rentang waktu 28 hari.
 
"Menunjukkan hasil imunogenisitas yang baik, peningkatan kadar antibodi yang baik, yaitu dengan zero convertion rate setelah 28 hari pemberian dosis kedua adalah 97,96 persen. Jadi setelah 28 hari pemberian dosis kedua antibodi masih tinggi di 97,98 persen," jelas Penny dalam konferensi pers secara virtual, Minggu, 7 Februari 2021. 

Baca: BPOM Izinkan Vaksin Covid-19 untuk Lansia
 
Selanjutnya, uji klinik tahap tiga dilakukan di Brazil dengan melibatkan 600 lansia. Hasil pengujian menunjukkan vaksin dapat disuntikkan pada manusia berumur di atas 60 tahun.
 
"(Hasilnya) menyatakan vaksin aman tidak ada efek samping berupa kematian, atau efek samping serius," tutur Penny. 
 
Menurut dia, sejumlah relawan lansia vaksin covid-19 hanya mengalami efek samping ringan. Seperti nyeri, mual, demam, bengkak kemerahan pada kulit, dan sakit kepala sebelah.
 
Pada Jumat, 5 Februari, BPOM telah mengeluarkan surat izin vaksin covid-19 untuk masyarakat Indonesia di atas 60 tahun. Saat ini kelompok yang diprioritaskan ialah tenaga medis.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan