Polisi Diminta tak Gunakan Jalur Damai dalam Kasus Ahmadiyah

Achmad Zulfikar Fazli 21 Mei 2018 20:39 WIB
ahmadiyah
Polisi Diminta tak Gunakan Jalur Damai dalam Kasus Ahmadiyah
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara. Foto: MI/Susanto.
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta kepolisian bertindak tegas dalam kasus penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Polisi diminta mengedepankan proses hukum ketimbang jalur damai dalam penyelesaian kasus itu.
 
"Kami menuntut kepolisian bertindak tegas terhadap kerusakan rumah. Supaya enggak mengulangi metode yang dilakukan kepolisian. Lebih sering memilih damai ketimbang memajukan upaya hukum yang memberi efek jera pelaku," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dalam konferensi pers di Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.
 
Kommas HAM juga mengutuk keras insiden penyerangan itu. Menurut dia, itu menjadi serangan langsung terhadap hak rasa aman, dan beribadah jemaah Ahmadiyah.
 
Penyerangan terhadap Ahmadiyah ini juga bukan yang pertama. Dari tahun 2006 hingga kini belum ada solusi yang memadai baik dari pemerintah pusat maupun daerah untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca: Komnas HAM Ajak Menkopolhukam Bicarakan HTI dan Ahmadiyah

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah bisa melindungi jemaah Ahmadiyah secara penuh. Bukan hanya pelindungan pada keamanan, tapi juga mental.
 
"Banyak daerah yang mampu melindungi jemaah Ahmadiyah. Misalnya di Wonosobo ada 6.000 (jemaah Ahmadiyah) bertahun-tahun hidup damai. Tidak ada konflik, karena sikap toleransi dan diimbangi ketegaasan pemda supaya toleransi terus ada," tutur dia.
 
Ia meminta cara Pemda Wonosobo bisa diikuti oleh semua Pemda yang berkonflik dengan jemaah Ahmadiyah. Selain Wonosobo, ada beberapa daerah lain yang masyarakatnya hidup berdampingan dengan jemaah Ahmadiyah. Daerah tersebut antara lain Tasikmalaya dan Garut.
 
"Saya kira kita patut mencontoh itu," ucap dia.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id