Petugas bandara memasukkan peti jenazah korban kapal tenggelam di perairan Johor Bahru, Malaysia, ke ambulans untuk dipulangkan ke daerah asal (Foto:Antara/Umarul Faruq)
Petugas bandara memasukkan peti jenazah korban kapal tenggelam di perairan Johor Bahru, Malaysia, ke ambulans untuk dipulangkan ke daerah asal (Foto:Antara/Umarul Faruq)

BNP2TKI Pulangkan Dua Jenazah Korban Kapal Tenggelam di Johor

Gervin Nathaniel Purba • 16 Juli 2018 11:50
Jakarta: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) telah memulangkan dua jenazah pekerja migran Indonesia (PMI), korban kapal tenggelam di Perairan Johor, Malaysia, ke daerah asal pada Senin, 9 Juli 2018.
 
Kepulangan kedua jenazah korban tersebut atas nama Gabriel Saka Muli (58) berasal dari Bariona, RT04/02, Desa Klukengnuking, Wotan Ulumado, Flores Timur, NTT, menggunakan maskapai GA 821 KLIA ke Jakarta pukul 12.50 waktu setempat, dan GA 438 dari Jakarta ke Kupang (pukul 12.40 WITA). 
 
Kemudian, jenazah Ahmad Puryanto (22) beralamat di Tiyuh Sumber Rejo RT11/04, Tumijajar, Tulang Bawang, Lampung, dengan menggunakan GA 821 KLIA ke Jakarta pukul 12.50 waktu setempat, dan GA 068 dari Jakarta ke Tanjung Karang pukul 20.45 WIB. 
 
Deputi Perlindungan BNP2TKI Anjar Prihantoro menjelaskan, upaya pemulangan kedua jenazah berjalan lancar dan tiba di kampung halaman masing-masing sesuai jadwal.

Kedua jenazah telah melalui proses identifikasi cukup lama karena harus dicocokkan dengan data pribadi sesuai dokumen, dan sampel DNA. Sedangkan, jenazah korban lainnya masih dalam proses identifikasi dan belum diketahui secara pasti kapan akan selesai.
 
Terkait jenazah korban, masih banyak yang belum selesai divisum dan dilakukan post-mortem. Proses ini membutuhkan waktu lama, karena peristiwanya bukan di wilayah otoritas Indonesia melainkan dalam ranah wilayah Malaysia, sehingga proses penyelesaian permasalahan sesuai dengan mekanisme negara tersebut. 
 
"Kami (BNP2TKI) terus berkoordinasi dengan pihak Malaysia bersama rekan KBRI dan KJRI di Malaysia untuk terus menginfokan perkembangan terbaru dari seluruh proses identifikasi korban Kapal karam tersebut. Karena ini juga bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam melayani masyarakat. Dengan ini, BNP2TKI selalu siaga untuk memfasilitasi korban hingga ke daerah asal," ujar Anjar dalam keterangan tertulis, Senin, 16 Juli 2018.
 
Hingga saat ini, seluruh korban yang selamat maupun meninggal masih di bawah pengawasan pihak KBRI dan KJRI untuk Malaysia. Semua penumpang Kapal karam dilakukan pendataan lengkap untuk mengetahui asal para korban.
 
Melihat tingginya angka korban kecelakaan bagi PMI yang pulang melalui jalur transpostasi laut (Juni-Juli 2018), Anjar mengimbau kepada para PMI agar menggunakan transportasi yang aman dan dengan prosedur yang jelas. Jika pulang melalui jalur laut, maka dianjurkan menggunakan alat pelindung diri yang memadai demi keselamatan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan