Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

BPOM Luncurkan Panduan Pengobatan Covid-19 Terbaru

Nasional Virus Korona BPOM pandemi covid-19 Protokol Covid-19 Obat Covid-19 Panduan Pengobatan Covid-19
Atalya Puspa • 03 November 2021 15:24
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan buku informatorium obat covid-19 (IOC) ketiga. Buku tersebut berisi panduan tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan covid-19 maupun fasilitas kesehatan lainnya memberikan terapi dan pengobatan pasien covid-19.
 
Deputi Bidang Pengawas Obat dan NAPZA BPOM Mayagustina Andarini mengungkapkan terdapat sejumlah update terbaru mengenai tata laksana penanganan covid-19 dari sisi obat-obatan. Buku terbaru ini disusun mengacu pada dokumen WHO Theurapetic and Covid-19 Living Guidline.
 
"Seiring dengan perkembangan informasi dari khasiat, keamanan obat, dan perubahan tata laksana penanganan covid-19 baik di Indonesia dan di internasional, kami merasa perlu melakukan pengkajian kembali terhadap informasi dalam IOC edisi kedua dan menyusun IOC ketiga ini agar informasinya menjadi update bagi semua pemangku kepentingan," kata Mayagustina dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Rabu, 3 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mayagustina mengungkapkan IOC edisi ketiga berisi empat bab. Namun, terjadi sejumlah perubahan. Di antaranya ada pencantuman kriteria obat agar memudahkan status penggunaan obat-obatan terapi covid-19 di Indonesia.
 
Selain itu, dia menjabarkan terdapat penambahan monografi obat pada IOC edisi ketiga dari 22 menjadi 35 monografi. Adapun, beberapa item yang ditambahkan ialah adanya obat-obatan yang ditambahkan pada kelompok antibodi monoklonak, antiinflamasi, imunomodulator, antikoagulan, dan antivirus.
 
"Ada satu juga yang dihilangkan, yaitu siklesonid yang merupakan antiinflamasi. Ini tidak dimasukkan dengan pertimbangan bahwa tidak adanya informasi penelitian baru terkait siklesonid sebagai tambahan terapi covid-19," beber dia.
 
Baca: Penggunaan Vaksin di Bawah 12 Tahun Diizinkan, Ini Rencana BPOM Selanjutnya
 
Mayagustina menyatakan informasi yang ada dalam IOC akan terus diperbarui sesuai perkembangan pengobatan dan terapi covid-19 yang terjadi di dunia. "Kami sangat berhati-hati. Misalnya ada isu baru, maka akan kami perhatikan dalam mengeluarkan keputusan. Kami juga terus berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain supaya pengembangan obat termasuk vaksin bisa berjalan dengan baik untuk penanganan covid-19," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif