ilustrasi. Foto: Medcom.id
ilustrasi. Foto: Medcom.id

Jangan Asal Rebus! Simak Cara Mengolah Jeroan Sapi agar Tidak Amis dan Bau

Fatha Annisa • 27 Mei 2026 11:44
Ringkasnya gini..
  • Mengolah jeroan sapi memerlukan teknik khusus agar bebas dari bau amis dan aroma menyengat.
  • Jeroan sapi antara lain babat, hati, jantung, ginjal, dan lainnya.
  • Kunci utamanya ada pada pembersihan menyeluruh hingga teknik dua kali perebusan.
Jakarta: Momen Iduladha sering kali mendatangkan limpahan berkah berupa daging dan jeroan sapi. Bagi sebagian orang, jeroan adalah bagian yang paling dinanti karena teksturnya unik dan rasanya yang sangat gurih jika diolah dengan benar.
 
Sayangnya, mengolah jeroan sapi (babat, hati, jantung, ginjal, dan lainnya) menjadi tantangan tersendiri bagi karena bagian ini memiliki aroma amis dan bau khas yang sangat menyengat jika tidak dibersihkan secara total.
 
Bau tak sedap pada jeroan umumnya berasal dari sisa kotoran yang menempel atau teknik perebusan yang kurang tepat. Alhasil, jika langsung dimasak bersama bumbu, bau tersebut justru akan merusak seluruh cita rasa hidangan dan menurunkan selera makan keluarga.
 

Cara Membersihkan dan Mengolah Jeroan Sapi agar Bebas Bau

Kunci utama untuk menghasilkan masakan jeroan yang lezat, empuk, dan bebas bau terletak pada proses pembersihan awal serta pemilihan rempah-rempah saat perebusan. Untuk mendapatkannya, ikuti langkah-langkah krusial berikut ini:
 
 
Baca juga: Bungkus Daging Kurban Pake Daun Pepaya: Biar Gak Ngunyah Sambil Nangis

 

1. Cuci di Air Mengalir dan Bersihkan Secara Detail

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mencuci jeroan di bawah air mengalir. Untuk babat, kerok bagian permukaannya yang hitam atau kecokelatan menggunakan sendok atau pisau hingga bersih dan berwarna putih gading. Kamu juga bisa memanfaatkan sedikit kapur sirih saat merendamnya agar kotoran lebih mudah lepas.
 
Untuk usus, balik bagian dalam usus dan bersihkan lemak serta kotoran yang menempel di dinding bagian dalam di bawah kucuran air mengalir sampai benar-benar bersih.
 

2. Lumuri dengan Garam dan Air Perasan Jeruk Nipis

Setelah dicuci bersih, potong jeroan menjadi beberapa bagian besar (jangan terlalu kecil karena akan menyusut saat direbus). Lumuri seluruh permukaan jeroan dengan garam dapur dan air perasan jeruk nipis atau asam jawa secara merata.
 
Remas-remas perlahan dan diamkan selama 15–20 menit. Asam dari jeruk nipis sangat efektif memutus lendir dan menetralkan bau amis yang pekat. Setelah didiamkan, bilas kembali dengan air bersih.
 

3. Lakukan Teknik Dua Kali Perebusan (Double Boiling)

Ini adalah rahasia terbesar para koki profesional untuk menghilangkan bau jeroan secara total. Jangan pernah merebus jeroan langsung bersama bumbu masakan utama.
 
Di rebusan pertama, masukkan jeroan ke dalam air dingin, lalu nyalakan kompor hingga air mendidih. Biarkan merebus selama 10–15 menit sampai keluar buih-buih kotoran dan minyak di permukaan air.
 
Setelah itu, angkat jeroan dan buang air rebusan pertama tersebut. Bilas kembali jeroan dengan air bersih. Nah, di rebusan Kedua, Sobat Medcom bisa didihkan air baru yang masih bersih, kemudian masukkan kembali jeroan tersebut.
 
 
Baca juga: Mau Nyate Daging Kurban Kok Enggak Dicuci Sih?

 

4. Manfaatkan "Rempah Aromatik"

Pada proses perebusan kedua, masukkan juga berbagai macam rempah aromatik segar ke dalam air rebusan. Rempah-rempah ini berfungsi sebagai pengusir sisa bau sekaligus memberikan aroma dasar yang harum pada jeroan. Gunakan kombinasi:
 
- Daun salam (dalam jumlah agak banyak)
- Batang serai yang sudah dimemarkan
- Daun jeruk purut (remas sedikit agar aromanya keluar)
- Jahe dan lengkuas yang sudah digeprek
- Sedikit garam
 
Rebus jeroan bersama rempah-rempah ini dengan api sedang hingga teksturnya menjadi empuk. Jika ingin menghemat waktu dan gas, kamu bisa menggunakan panci presto selama 20–30 menit pada tahap perebusan kedua ini.
 

5. Pisahkan Wadah Jeroan dengan Daging Sapi

Selama proses pembersihan dan perebusan, pastikan pisahkan wadah serta alat masak jeroan dengan daging sapi biasa. Sifat jeroan yang beraroma kuat dikhawatirkan dapat mengontaminasi daging sapi segar yang teksturnya lebih sensitif menyerap bau di sekitarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>