Ilustrasi mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menolak penaikan harga BBM di DPRD DIY, Senin, 12 September 2022. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Ilustrasi mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menolak penaikan harga BBM di DPRD DIY, Senin, 12 September 2022. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Tolak Penaikan Harga BBM, Bjorka 98: Sikap Kritis Mahasiswa Harus Dirawat

Achmad Zulfikar Fazli • 18 September 2022 19:14
Jakarta: Para aktivis 98 yang berhimpun dalam Barisan Jaringan Organisasi Kampus 98 (Bjorka 98) mendukung setiap unjuk rasa mahasiswa yang menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan (BBM) bersubsidi. Sikap kritis pemuda dan mahasiswa harus terus dirawat.
 
“Aktivis 98 akan mengawal demo adik-adik mahasiswa, sebagai pertanggungjawaban moral dari cita 98 yang belum tuntas,” kata aktivis 98, Firman Tendry, Jakarta, Minggu, 18 September 2022.
 
Sementara itu, Ketua Umum Joman, Imannuel Ebenezer, mengaku bangga jiwa kritis aktivis 98 masih membara. Noel sapaan akrabnya, siap bergerak memperjuangkan nasib rakyat yang terdampak penaikan harga BBM subsidi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Siapa pun rezimnya tidak akan mampu menghentikan kita. Jangan pernah berhenti untuk melakukan perlawanan,” tegas Noel. 
 
Para aktivis mengajak seluruh elemen pergerakan, seperti pemuda, mahasiswa, buruh, dan tani merapatkan barisan untuk menolak kebijakan penaikan harga BBM. Pasalnya, mereka ingin pemerintahan Presiden Joko Widodo memberikan warisan yang sesuai dengan harapan para founding father dan semangat cita-cita reformasi 98.
 

Baca: Gara-gara Harga Bensin Naik, Inflasi Meroket Jadi 1,09% di Minggu Ketiga September


Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, solar bersubsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, dan pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter pada Sabtu, 3 September 2022. Presiden Jokowi menyebut keputusan menaikkan harga BBM adalah pilihan terakhir pemerintah.
 
"Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM, sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian, dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran," kata Jokowi saat konferensi pers, dilansir Antara, Sabtu, 3 September 2022.
 
Pemerintah, menurut Presiden Jokowi, telah berupaya sekuat tenaga untuk melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia. "Saya sebetulnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari APBN. Akan tetapi, anggaran subsidi dan kompensasi BBM pada tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun," ucap Jokowi.

 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif