Kepala BP2MI Benny Rhamdani/Medcom.id/Chris
Kepala BP2MI Benny Rhamdani/Medcom.id/Chris

BP2MI Tampung 1.400 Aduan ABK WNI

Nasional wni ABK WNI Pekerja Migran Indonesia BP2MI
Christian • 18 April 2022 22:53
Jakarta: Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menampung 1.400 aduan pekerja migran. Laporan tersebut berasal dari anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI).
 
"Iya ada 1.400 aduan dari para pelaut yang belum kami selesaikan. Kalau angka pengaduan cukup banyak mencapai 42.000 yang pernah masuk tapi tinggal 1.400 lagi yang belum selesai," ucap Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Senin, 18 Maret 2022. 
 
Benny mengatakan mayoritas dari ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) ABK itu mengadu karena merasa mendapat perlakuan tidak adil. Aduan dari ABK itu menjadi yang paling banyak diterima dua tahun belakangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, banyak ABK mengeluhkan pelayanan kerja dan gaji yang tidak layak. Kemudian, waktu kerja yang tidak terbatas, kondisi kerja tidak manusiawi, dan tidak mendapat jaminan sosial dan keselamatan kerja. 
 
Baca: Perluasan Peluang Kerja di AS Diharapkan Genjot Devisa
 
"Bahkan ada juga yang mendapati tindak kekerasan," kata dia. 
 
Di sisi lain, Benny mengatakan pihaknya memiliki beragam kendala menindaklanjuti laporan itu. Salah satunya, komitmen negara terkait dalam menyelesaikan kasus kekerasan.
 
"Yang kedua masalah adanya benturan antara hukum nasional kita dengan hukum internasional," kata Benny. 
 
Dia mengajak seluruh stakeholder terkait perlindungan awak kapal meningkatkan kehadiran negara melindungi PMI. Pihaknya sebagai garda terdepan pengaduan itu meminta dukungan semua pihak, mengingat masih banyak kewenangan yang tumpang tindih sehingga birokrasi menjadi ruwet.
 
"Kita harus jujur bahwa tata kelola penempatan dan perlindungan ABK ini masih carut marut, masing-masing memiliki kewenangan yang masih tumpang tindih," kata Benny. 
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif