Ilustrasi pelanggaran HAM. Foto: Antara/Abriawan Abhe
Ilustrasi pelanggaran HAM. Foto: Antara/Abriawan Abhe

Pernyataan Paniai Bukan Pelanggaran HAM Disebut Politis

Nasional papua pelanggaran ham
Kautsar Widya Prabowo • 18 Februari 2020 05:21
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegaskan peristiwa Panai, Papua merupakan pelanggaran HAM berat. Di luar penegak hukum yang menyimpulkan peristiwa tersebut bukan pelanggaran HAM disebut pernyataan politis.
 
"Siapa pun yang mengatakan bahwa kasus Paniai bukan HAM berat, sepanjang bukan Jaksa Agung sebagai penyidik, statement itu politik dan harusnya tidak boleh," kata Ketua Tim ad hoc penyelidikan pelanggaran berat HAM peristiwa Paniai, M Choirul Anam di Gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin, 17 Februari 2020.
 
Anam meminta kepada seluruh pihak tidak mencampuri urusan pribadi politik dengan HAM. Kasus kematian empat warga sipil dan 21 orang luka-luka telah menjadi ranah hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mana yang urusan penegakan hukum, mana yang urusan politik, HAM itu berbeda. Kalau ini campur aduk, jadinya ya kita ruwet terus. Potensi impunitas akan terjadi kalau ini campur aduk," tegas dia.
 
Pernyataan Paniai Bukan Pelanggaran HAM Disebut Politis
Paparan Komnas HAM terkait kasus dugaan pelanggaran HAM berat di Paniai, Papua, Senin, 17 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
 
Kepala Staf Presiden Moeldoko menepis hasil investigasi Komnas HAM yang menyebut kasus kekerasan di Paniai, Papua, termasuk pelanggaran HAM berat. Moeldoko berdalih tindak kekerasan itu tidak terencana.
 
"Perlu dilihat yang bener. Paniai itu sebuah kejadian yang tiba-tiba. Harus dilihat dengan baik, itu karena tidak ada kejadian terstruktur dan sistematis," kata Moeldoko di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 17 Februari 2020.
 
Moeldoko mengatakan para aparat yang melakukan kekerasan juga bertindak bukan atas perintah atasannya. Dia meminta semua pihak untuk melihat kasus ini dengan cermat.
 
"Tidak ada kebijakan yang melakukan hal seperti itu. Tidak ada. Jadi, supaya dilihatnya dengan cermat jangan sampai nanti membuat kesimpulan yang tidak tepat," kata dia.
 

 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif