Ilustrasi KPK - MI.
Ilustrasi KPK - MI.

Internal KPK Bakal Ramaikan Bursa Capim Jilid V

Nasional kpk seleksi pimpinan kpk
Juven Martua Sitompul • 04 Juli 2019 06:00
Jakarta: Sebanyak sembilan orang pihak internal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tertarik mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan (Capim) KPK jilid V. Nama kesembilan orang itu kemungkinan akan diserahkan wadah pegawai KPK ke panitia seleksi (Pansel) pada hari terakhir pendaftaran.
 
"Kami melakukan penjaringan, di mana sudah ada beberapa yang tertarik, dan kami sudah bantu untuk masalah pendaftarannya dan telah ada sembilan orang yang tertarik untuk mendaftar," kata Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Baca Juga:Mayoritas Pendaftar Capim KPK Berprofesi Advokat

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yudi masih menolak menyebut identitas dari kesembilan orang yang ingin mendaftar sebagai capim KPK jilid V. Alasannya, kesembilan nama itu belum final.
 
"Untuk kepastiannya, soal berapa yang akan mendaftar itu akan kita pastikan besok, karena besok kamis 4 juli 2019, adalah hari terakhir pendaftaran jadwal Pansel," ujarnya.
 
Namun, Yudi memastikan dari kesembilan nama itu ada pimpinan KPK jilid IV yang mencalonkan kembali. Bahkan, beberapa penasihat KPK era Agus Rahardjo juga masuk dalam daftar sembilan nama tersebut.
 
Yudi berharap di hari terakhir pendaftaran jumlah internal KPK yang mendaftar bertambah. Tak hanya setingkat pimpinan dan penasihat, pegawai KPK juga dipersilakan mendaftarkan diri sebagai capim jilid V.
 
Baca Juga:Lima Pati Polri Daftar Capim KPK Jilid V
 
"Iya (pimpinan KPK jilid IV), yang jelas kami menginginkan tiga level yang ada di KPK di antaranya, pegawai, penasihat dan pimpinan KPK sendiri untuk mendaftar," ucap dia.
 
Yudi berjanji bakal mengungkap calon dari internal setelah wadah pegawai resmi mendaftakan nama-nama tersebut ke Pansel. Wadah pegawai rencananya mendaftarkan calon internal besok.
 
"Nanti kalau sidah pasti, dengan besok kami WP menyerahkan ke Pansel, barulah kami bisa buka nama-nama mereka siapa saja," pungkasnya.

 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif