Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Jokowi Didorong Terbitkan Perpres FKUB

Nasional kerukunan beragama
Fachri Audhia Hafiez • 25 November 2019 08:14
Jakarta: Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) belum maksimal mencegah intoleransi. Presiden Joko Widodo didorong menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait.
 
"Perpres ini akan menjawab tiga hal, peran, kelembagaan dan operasionalisasi. Kalau ketiga hal ini sudah kita perkuat, kita bisa mengawasi akhirnya," kata Direktur Riset Setara Institute Halili di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 24 November 2019.
 
Halili melihat kelembagaan FKUB saat ini hanya berdasar peraturan bersama antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 tahun 2006. Kekuatan hukum yang mengatur kelembagaan FKUB belum sejalan dengan agenda prioritas pemerintah dalam pencegahan intoleransi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan ketidakjelasan kelembagaan FKUB, maka menjadi tidak jelas juga pengawasannya. Menjadi tidak jelas juga bagaimana permintaan pertanggungjawaban mereka," ujar Halili.
 
Dibentuknya Perpres, agar FKUB di seluruh provinsi melakukan terobosan dalam mengatasi pelarangan kebebasan beragama. Pihaknya mencatat, dalam 12 tahun terakhir 10 provinsi masih cukup tinggi dalam hal intoleransi.
 
Jawa Barat selama 12 tahun menempati urutan pertama sebagai provinsi intoleransi. Posisi tak berubah dalam lima tahun terakhir dan masih menempati urutan pertama sebanyak 162 peristiwa.
 
Kemudian 113 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama di DKI Jakarta, Jawa Timur sebanyak 98 peristiwa, Jawa Tengah sejumlah 66 peristiwa, dan Aceh sebanyak 65 peristiwa. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak 37 peristiwa, Banten 36 peristiwa, Sumatra Utara 28 peristiwa, Sulawesi Selatan 27 peristiwa, dan Sumatra Barat 23 peristiwa.
 
"Kalau FKUB hanya dibayangkan sebagai lembaga yang forum saja, itu kan problematik. Bagaimana kita memasrahkan tata kelola toleransi kebhinekaan pada sebuah forum yang kelembagaannya tidak jelas," kata Halili.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif