Direktur Riset Setara Insitute Halili - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Direktur Riset Setara Insitute Halili - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Politik Identitas Agama 'Biang' Intoleransi di Jabar Tinggi

Nasional toleransi beragama
Fachri Audhia Hafiez • 24 November 2019 19:30
Jakarta: Pelanggaran kebebasan beragama disebut paling tinggi terjadi di Jawa Barat (Jabar) selama 12 tahun terakhir. Salah satu penyebabnya yakni tingginya politik identitas di Bumi Pasundan tersebut.
 
"Politik identitas keagamaan itu tinggi politisasinya di Jabar," kata Direktur Riset Setara Insitute Halili di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 24 November 2019.
 
Halili mengatakan faktor lain yang membuat Jabar menjadi daerah paling intoleran adalah adanya kelompok-kelompok yang 'gerah' dengan kebebasan beragama. Dia menduga ada kecendrungan konservatif Islam di Jabar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyebab lain adalah kurangnya peran partai nasionalis. Menurutnya, partai-partai nasionalis di Jabar justru turut memproduksi Peraturan Daerah bernuansa syariah.
 
"Jika dibandingkan dengan Perda Syariah oleh kelompok nasionalis dan ini fenomena unik dan enggak terjadi di tempat lain membuat Jabar menjadi logis tertinggi kebebasan beragama," ujar Halili.
 
Temuan ini berdasarkan riset Setara yang dilakukan sejak 2007. Hasilnya, intoleransi selalu tinggi setiap tahunnya.
 
"Kami melakukan penelitian itu ada kalo secara metodologis ada kombinasi mix, ada metode campuran antara kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatifnya kami melakukan kasus 1, 2, 3, 4, 5 dan identifikasi. Tapi kami juga lakukan kualitatif dengan cara monitoring," kata Halili.
 
Posisi Jabar sebagai provinsi intoleransi tak berubah dalam lima tahun terakhir, masih menempati urutan pertama sebanyak 162 peristiwa. Kemudian 113 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama di DKI Jakarta, Jawa Timur sebanyak 98 peristiwa, Jawa Tengah sejumlah 66 peristiwa, dan Aceh sebanyak 65 peristiwa.
 
Selanjutnya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak 37 peristiwa, Banten 36 peristiwa, Sumatra Utara 28 peristiwa, Sulawesi Selatan 27 peristiwa, dan Sumatra Barat 23 peristiwa.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif