Tiga Pansel Calon Komisioner Komnas Perempuan saat berkunjung ke Gedung Metro TV, Jakarta. Foto: Achmad Zulfikar Fazlui/Medcom.id
Tiga Pansel Calon Komisioner Komnas Perempuan saat berkunjung ke Gedung Metro TV, Jakarta. Foto: Achmad Zulfikar Fazlui/Medcom.id

Masyarakat Diajak Mendaftar Jadi Komisioner Komnas Perempuan

Nasional Komnas Perempuan
Achmad Zulfikar Fazli • 11 Juli 2019 20:54
Jakarta: Panitia Seleksi (Pansel) Calon Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mengajak masyarakat mendaftarkan diri. Anggota Pansel calon komisioner Komisi Nasional (Komnas) Miryam Nainggolan menyebut komisioner Komnas Perempuan merupakan pekerjaan yang mulia.
 
"Menjadi komisioner Komnas Perempuan itu luar biasa," ujar Miryam saat sosialisasi penjaringan anggota Komnas Perempuan periode 2020-2024 di Gedung Metro TV, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Dia mengakui Komnas Perempuan kurang dilirik lantaran kurang terpublikasi dengan baik. Hal itu yang membuat isu tentang perempuan banyak yang kurang paham, bahkan para perempuan sendiri. "Komnas Perempuan (juga) harus menggaungkan itu," ucap dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, keterbatasan kewenangan membuat Komnas Perempuan tidak banyak dikenal publik. Dia yakin posisi Komnas Perempuan bisa lebih terpandang jika memiliki kewenangan melakukan penyidikan. Selama ini Komnas perempuan hanya memberikan pelayanan.
 
"(Sekarang) Korban mengadu dan Komnas membuat rekomendasi. Rekomendasi juga banyak yang belum ditindaklanjuti," ujar dia.
 
Miryam pun meminta media massa membantu menggelorakan proses seleksi calon pimpinan Komnas Perempuan. Sehingga, pansel mendapatkan banyak calon komisioner hingga pendaftaran ditutup pada 31 Juli 20019.
 
"Butuh bantuan media untuk menemukan orang yang tepat, punya integritas, bisa berhubungan baik dengan lembaga lain dan grass root," ujar dia.
 
Baca:Bursa Komisioner Komnas Perempuan Sepi Peminat
 
Sekretaris Pansel Mamik Sri Supatmi mengatakan calon komisioner Komnas Perempuan harus berintegritas. Bukan hanya pada segi pengetahuan, tetapi juga pengalamannya tentang penegakan HAM perempuan.
 
Calon komisioner juga harus memiliki relasi yang baik dengan sesama lembaga negara, lembaga internasional dan masyarakat. Hal itu yang selama ini tidak dimiliki komisioner Komnas Perempuan, sehingga keberadaannya kerap tidak dilihat.
 
"Relasi-relasi yang sangat baik itu sangat dibutuhkan," ucap dia.
 
Tak kalah pentingnya, lanjut dia, calon komisioner harus memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, kemampuan menulis dan menganalisa. "Jadi tidak hanya clear di ilmu pengetahuan dan praktik, tapi juga mempunyai pengetahuan leadership, dan manajerial," pungkas dia.

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif