Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 menuntut maskapai melanjutkan pencarian korban.  Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 menuntut maskapai melanjutkan pencarian korban. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Keluarga Tuntut Lion Air Lanjutkan Pencarian Korban

Nasional Lion Air Jatuh
Achmad Zulfikar Fazli • 13 Desember 2018 17:58
Jakarta: Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 menuntut maskapai melanjutkan pencarian korban. Mereka meminta Presiden Joko Widodo memfasilitasi keluarga korban menyampaikan tuntutan itu kepada Lion Air.
 
"Kami selaku keluarga korban pesawat Lion Air JT-610 memohon Bapak Presiden untuk memfasilitasi tuntutan kami kepada pihak Lion Air," kata perwakilan keluarga korban, Anton Sahadi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.
 
Keluarga korban mengapresiasi langkah Presiden dan tim SAR gabungan dalam pencarian korban. Pasalnya, tim SAR mampu menemukan dan mengidentifikasi sebanyak 125 korban. Sedangkan 64 korban lainnya masih belum ditemukan.
 
Pada 23 November 2018, pihak Lion Air berjanji kepada keluarga korban akan melakukan dan membiayai pencarian lanjutan tahap dua. "Namun hingga hari ini janji tersebut belum terealisasi," ucap dia.
 
Mereka menuntut Lion Air merealisasikan janjinya untuk mencari korban menggunakan kapal dan peralatan canggih. Hal itu sesuai kesepakatan dengan keluarga korban.
 
Selain itu, Lion Air juga diwajibkan memberikan update informasi setiap hari mengenai proses pencarian lanjutan tahap dua. Apalagi, direksi Lion Air menyebut pihaknya yang berkompeten dan berwenang dalam bidang tersebut.
 
"Sebagai pihak keluarga, penemuan para korban tersebut sangat kami harapkan agar kami dapat mengurus jenazah mereka dan memakamkannya secara layak," tutur dia.
 
Pihak keluarga juga menuntut Lion Air mendapingi keluarga korban pesawat Lion Air JT-610, baik yang anggota keluarganya sudah ditemukan maupun belum.
 
Menurut dia, Lion Air bisa memberikan fasilitas berupa biaya transportasi pergi-pulang, penginapan, konsumsi bagi keluarga yang berada di luar Jakarta selama proses pencarian lanjutan korban tahap ke-2 masih berlangsung, serta  pemberian uang tunggu tambahan.
 
Mereka juga menuntut Lion Air merealisasikan pemberian ganti rugi, atau santunan kepada keluarga korban sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Antara lain, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Angkutan Udara.
 
"Tanpa adanya perjanjian lain yang bersifat memaksa dari pihak manapun," ujar dia.
 
Mereka pun berharap pemerintah bisa mengawal tuntutan pihak keluarga korban, sehingga Lion Air mau merealisasikan janjinya. Pemerintah juga harus mengawasi pemberian santunan dari pihak Lion Air agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Baca: Hotman Paris Yakinkan Keluarga Korban Gugat Boeing

Pihak keluarga korban juga meminta pemerintah mengawasi proses pencarian korban tahan ke-2. Mereka ingin Lion Air diberikan sanksi tegas bila hingga Desember 2018, pihak maskapai tak mau memberikan santunan sesuai peraturan yang ada, dan pencarian lanjutan 64 korban belum terselesaikan.
 
"Semoga Bapak Presiden berkenan memfasilitasi tuntutan kami terhadap pihak Lion Air tersebut," pungkas dia.
 
Surat permohonan memfasilitasi tuntutan tersebut juga dikirimkan ke Presiden lewat perwakilan di Istana Kepresidenan. Surat itu juga ditembuskan ke beberapa lembaga negara, serta menteri Kabinet Kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi