Kemensos menyebut program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mampu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia (Foto:Dok)
Kemensos menyebut program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mampu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia (Foto:Dok)

BPNT Kemensos Disebut Turunkan Kemiskinan 530 Ribu Jiwa

Nasional Berita Kemensos
M Studio • 25 Juli 2019 17:38
Surabaya: Kementerian Sosial (Kemensos) menyebut program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mampu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Indonesia sebesar 9,41 persen, atau setara dengan 25,14 juta penduduk pada Maret 2019.
 
Jika dibandingkan dengan September 2018 lalu, angka kemiskinan di Indonesia turun 0,25 persen dari 9,66 persen. Artinya, terjadi penurunan dari 9,66 persen ke 9,41 persen, atau turun 530 ribu jumlah penduduk miskin dari rentang September 2018 hingga Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Turunnya angka kemiskinan tahun ini sekitar 530 ribuan, karena sekarang tinggal 25,14 juta jiwa," kata Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung, usai membuka Rapat Koordinasi Penanganan Fakir Miskin 2019, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 25 Juli.
 
BPNT Kemensos Disebut Turunkan Kemiskinan 530 Ribu Jiwa
Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung (Foto:Dok)
 
Andi optimistis angka masyarakat miskin di Indonesia terus menurun seiring berjalannya program BPNT. Sebab, menurut Andi, program Kemensos salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan di Tanah Air.
 
"InsyaAllah September ada survei lagi, sehingga November nanti ada lagi hasilnya. Mudah-mudahan ada penurunan kemiskinan lagi," kata Andi.
 
Pada Rakor PFM ini, Andi menjelaskan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) BPNT terus meningkat dari 1,3 juta KPM pada 2017, menjadi 10 juta KPM tahun 2018. Tahun 2019 ditargetkan menjadi 15,6 juta KPM.
 
BPNT Kemensos Disebut Turunkan Kemiskinan 530 Ribu Jiwa
Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung (Foto:Dok)
 
Tak hanya itu, bantuan KUBE pun meningkat. Mulai 2018 sebanyak 1.300 KUBE dan 6.520 UEP (Usaha Ekonomi Produktif). Tahun 2019 ini sebanyak 1.360 KUBE dan 20 ribu UEP.
 
Andi berharap transformasi BPNT dari Rastra rampung pada September 2019, sehingga ke depan tidak ada lagi Rastra di kabupaten/kota di Indonesia.
 
Untuk mewujudkannya, Kemensos memperluas transformasi BPNT di tiga wilayah yakni Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Jawa Timur, dengan sasaran 15,6 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di 514 kabupaten/kota di Indonesia.
 
BPNT Kemensos Disebut Turunkan Kemiskinan 530 Ribu Jiwa
 
"Kami menargetkan semua daerah sudah BPNT pada September 2019 ini, sehingga tidak ada lagi Rastra. Saya perkirakan tahun 2020 sudah BPNT semua," kata Andi.
 
Transformasi BPNT merupakan perwujudan strategi pemerintah sebagai upaya 6T (tepat sasaran, harga, jumlah, mutu, waktu dan administrasi) dalam penanganan fakir miskin di Indonesia.
 
"Saya yakin dengan adanya sinergi ini, maka program penanganan fakir miskin akan terlaksana dengan baik dan lancar. Saya harapkan program ini makin hari akan semakin lancar," kata Andi.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif