Petugas mengevakuasi kantong jenazah berisi jasad korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. MI/Ramdani
Petugas mengevakuasi kantong jenazah berisi jasad korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. MI/Ramdani

Sampel DNA Korban Sriwijaya SJ-182 Harus Dipastikan Steril

Nasional pesawat hilang Pesawat Jatuh Sriwijaya Air Jatuh Sriwijaya Air Hilang Kontak Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Jakarta to Pontianak Sriwijaya Air Loses Contact
Kautsar Widya Prabowo • 13 Januari 2021 13:13
Jakarta: Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pussdokes) Polri menyebut sampel DNA korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 berpotensi terkontaminasi. Sampel tersebut harus dipastikan steril agar bisa diidentifikasi.
 
"Mungkin kemarin sudah ketumpuk-ketumpuk, juga kita harus mengisolasi, mensterilkan dengan alat-alat tertentu bahwa body part tersebut tidak terkontaminasi dengan body part lain," ujar Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombes Ratna Relawati dalam konferensi pers, di Rumah Sakit (RS) Polri, Jakarta Timur, Rabu, 13 Januari 2021.
 
Ratna menyebut proses sterilisasi bagian tubuh korban menjadi salah satu penyebab identifikasi dengan sampel DNA memakan waktu lama. Bahkan hingga mencapai 10 hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia memastikan bagian tubuh korban yang telah diterima akan diseleksi terlebih dahulu. Sebab, tidak semua bagian tubuh korban dapat teridentifikasi dengan DNA.
 
"Jadi mengapa membutuhkan waktu dan belum teridentifikasi (dengan sampel DNA), bisa saja nanti data DNA untuk antomortem sudah kita dapatkan tapi di postmortemnya enggak ada, jadi belum teridentifikasi," ucap dia.
 
Baca: Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ-182 Terkendala Cuaca Ekstrem
 
Atas hal itu, kata dia, proses identifikasi korban melalui sampel DNA menjadi pilihan terakhir yang dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Apalagi, sudah tidak ada lagi bagian tubuh korban yang dapat teridentifikasi melalui sidik jari.
 
Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
 
Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat yang dipastikan jatuh itu mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif