Dompet Dhuafa 'Membentang Kebaikan' di Usia 25 Tahun

Fachri Audhia Hafiez 08 Mei 2018 15:40 WIB
dompet dhuafa
Dompet Dhuafa 'Membentang Kebaikan' di Usia 25 Tahun
Suasana acara Blogger and Media Gathering Dompet Dhuafa - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Menginjak usia 25 tahun, Dompet Dhuafa berkomitmen untuk menebarkan kebaikan kepada masyarakat. Momentum tersebut juga untuk menyambut bulan suci Ramadan 1439 Hijriah.

Hal itu disampaikan Direktur Mobilisasi ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) Dompet Dhuafa Filantropi, Bambang Suherman, dalam acara Blogger and Media Gathering #25TahunMembentangKebaikan di Gedung Graha Bima Sakti, Komplek TNI AU Triloka, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Pada tahun ini, Dompet Dhuafa ingin memberikan informasi yang lebih luas pada masyarakat di segala dinamika, situasi, dan pekerjaan lembaga yang telah bergulir untuk masyarakat luas," kata Bambang di lokasi, Selasa, 8 Mei 2018.


Untuk tahun ini, Dompet Dhuafa mengusung tiga konsep. Di antaranya memberikan beragam pengalaman, menyajikan rasa kepedulian, dan menyalakan semangat kolaborasi.

Baca: Memasuki Usia 25 Tahun, Dompet Dhuafa Kuatkan Ekosistem Pemberdayaan Dhuafa

Bambang mengatakan Ramadan tahun ini merupakan momentum untuk menebarkan kebaikan melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Untuk itu, lanjutnya, Dompet Dhuafa menyelenggarakan beberapa program.

"Programnya antara lain sahabat Berbagi Harapan, Parsel Ramadan, Dai Ambassador, serta terdapat layanan donatur sebanyak 70 konter yang tersebar di seluruh wilayah Jabodetabek yang bertujuan untuk mendekatkan para muzzaki," jelas Bambang.



Bambang menambahkan Dompet Dhuafa mengukuhkan posisinya sebagai lembaga kemanusiaan di dunia dengan melakukan respon-respon kemanusiaan.

"Seperti isu Rohingya sampai saat ini Dompet Dhuafa masih mengelola dan terlibat, sementara untuk Palestina dan Somalia menjadi fase reguler lantaran konflik masih berjalan sepanjang waktu," jelas Bambang.

Tak hanya fokus pada isu kemanusiaan luar negeri, Dompet Dhuafa juga melakukan proyeksi pada kemiskinan baik pelayanan, pengembangan, dan pemanfaatan masyarakat.

"Alhamdulillah sudah banyak yang berubah menjadi lebih jauh mandiri maupun mengelola dinamika hidup mereka," pungkas Bambang.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id