Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

IDI Sebut 9 Dokter Meninggal Akibat Covid-19 Selama Oktober

Nasional Virus Korona IDI pandemi covid-19
Atikah Ishmah Winahyu • 15 Oktober 2020 11:45
Jakarta: Dokter yang meninggal akibat covid-19 bertambah empat orang. Total ada sembilan dokter yang gugur dalam dua pekan ini.
 
"Berbulan-bulan setelah pandemi, kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan masih terjadi dengan angka kematian yang semakin mengkhawatirkan. Sudah ratusan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dalam tugas pelayanan yang terpapar covid-19," ujar Wakil Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ari Kusuma Januarto dalam pernyataan tertulis, Kamis, 15 Oktober 2020.
 
Ari mengatakan kasus ini menambah daftar dokter yang meninggal akibat covid-19. Ada 136 dokter gugur sejak covid-19 mewabah di Indonesia, yang terdiri atas 69 dokter umum (empat guru besar), dan 63 dokter spesialis (lima guru besar), dua residen yang berasal dari 18 IDI wilayah (provinsi), dan 61 IDI cabang (kota/kabupaten).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data provinsi, terdapat 32 dokter dari Jawa Timur yang meninggal akibat covid-19, 23 dokter dari Sumatra Utara, 19 dokter dari DKI Jakarta, 12 dokter dari Jawa Barat, sembilan dokter dari Jawa Tengah, enam dokter dari Sulawesi Selatan, lima dokter dari Bali, empat dokter dari Sumatra Selatan, dan empat dokter dari Kalimantan Selatan. Kemudian, empat dokter dari Aceh, tiga dokter dari Kalimantan Timur, empat dokter dari Riau, dua dokter dari Kepulauan Riau, dua dokter dari Yogyakarta, dua dokter dari Nusa Tenggara Barat, dua dokter dari Sulawesi Utara, dua dokter dari Banten, dan satu dokter Papua Barat.
 
Dia berharap pemerintah dan masyarakat menjalin kerja sama yang baik dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Sehingga, para tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat melanjutkan pekerjaan pentingnya tanpa harus mempertaruhkan nyawa mereka.
 
Menurut dia, setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan berhak merasa aman di tempat kerjanya. Apalagi, mereka garda terakhir dalam penanganan pandemi ini.
 
"Tidak hanya masyarakat, namun kami juga menginginkan pandemi ini cepat berlalu. Situasi ini tidak akan pernah selesai apabila tidak ada kerja sama penuh dari masyarakat sebagai garda terdepan," tegasnya.
 
Baca: 3M dan 3T Kunci Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19
 
Ketua Tim Pedoman dan Protokol Kesehatan dari Tim Mitigasi PB IDI Eka Ginanjar menilai banyak masyarakat yang masih setengah hati dalam menjalankan protokol kesehatan. Misalnya, masih ada masyarakat yang memasang masker di bawah dagu, berkumpul tanpa mengenakan masker, jarang mencuci tangan, serta abai berganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah.
 
"Saat ini yang harus diwaspadai adalah orang yang terinfeksi covid-19 tetapi tidak bergejala atau hanya bergejala ringan. Orang yang merasa baik-baik saja padahal sebenarnya membawa virus ini biasanya belum pernah melakukan testing covid-19, kemudian melakukan aktivitas di luar rumah dengan mengabaikan protokol kesehatan, dan lalu menularkannya pada orang lain yang rentan," tuturnya.
 
Dia meminta masyarakat tidak menganggap remeh penyakit apa pun, terutama bila mengalami gejala seperti flu. Masyarakat harus segera melakukan pemeriksaan kesehatan bila tidak enak badan. Hindari keluar rumah ataupun berkumpul.
 
"Dalam banyak hal, orang-orang masih sulit mempercayai keberadaan covid-19 saat ini. Nyatanya, virus ini telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Virus ini juga telah mengambil banyak nyawa dengan cepat yang menyebabkan hal ini disebut pandemi," jelasnya.
 
Eka menyebut virus korona sangat berbahaya dan dapat menyerang siapa pun. Bila sudah menyerang tubuh manusia, virus ini dapat menyebabkan badai peradangan yang bisa menimbulkan kondisi berat hingga kematian.
 
"Hingga vaksin yang efektif dan aman ditemukan, tidak ada pencegahan yang lebih baik daripada protokol kesehatan. Bukan hanya untuk keselamatan anda sendiri, dan tetapi juga untuk orang di sekitar anda, orang-orang yang anda sayangi, kerabat, teman kerja dan masyarakat secara luas," ujarnya.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif