Para Penjaga Budaya
Pertunjukan wayang kulit Betawi. (Foto: ANT/ Paramayuda)
Jakarta: Mencintai budaya bangsa bisa diwujudkan melalui beragam cara. Misalnya, dengan mengoleksi benda warisan leluhur.

Salah satu orang yang tertarik mengoleksi benda budaya adalah Reza Purbaya. Anda yang belum mengenalnya, Reza adalah kolektor wayang golek Betawi. Koleksinya disimpan di Museum Wayang Golek Jakarta. 

Kegemarannya mengoleksi wayang tak jauh dari peran sang ayah, Tiaz Purbaya. Koleksi wayang golek Betawi milik Tiaz mencapai 100 buah. Awal mula kegemaran Reza mengumpulkan wayang golek bermula dari kebiasaannya ikut sang ayah tampil sebagai dalang di salah satu teater wayang terkenal di Jakarta Utara.


Wayang golek  Betawi yang ditampilkan kala itu adalah milik pribadi sang ayah. Kini warisan tersebut diteruskan Reza, bahkan koleksinya kini telah mencapai 300 buah. 

Reza mengaku bisa mengumpulkan wayang hingga sebanyak itu karena memiliki koneksi, dan informasi mengenai wayang golek Betawi yang langka. Bahkan, ada beberapa karakter yang dahulu diinginkan ayahnya, dan baru sekarang bisa dimiliki Reza.

Selain Reza, ada juga seorang kolektor keris bernama Unggul Sudrajat. Koleksi keris dikumpulkan Unggul sejak tahun 2000. Kegemarannya terhadap keris diwariskan dari sang kakek yang juga penyuka keris peninggalan Jawa Kuno.

Koleksi keris Unggul tak terbatas dari Jawa kuno saja. Unggul mengumpulkan banyak keris dari berbagai daerah dan cerita kerajaan zaman dahulu. Koleksi kerisnya ada pula yang dari Bali dan Maluku.

Pria yang bekerja di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini bahkan membuat bahan ajar keris yang digunakan untuk kurikulum tentang keris di sekolah-sekolah.

Simak kelanjutan cerita Para Penjaga Budaya yang dipandu Yovie Widianto pada program IDEnesia, Minggu, 22 Juli 2018 pukul 21.30, di Metro TV.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id