Negosiasi Aliando Dimentahkan Grab
Demo Aliando di Kantor Grab. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Jakarta: Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) menemui jalan buntu saat menyampaikan tuntutan ke kantor Grab. Perwakilan perusahaan aplikasi transportasi daring itu tak bisa menemui Aliando untuk menerima aspirasi.

"Enggak ada pihak manajemen di kantor," kata perwakilan di Kantor Grab, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 13 September 2018.

Petugas yang tak mau menyebut namanya itu hanya membubuhkan tanda centang di kertas yang berisi tuntutan Aliando. Hal tersebut guna mengklaim pihaknya telah memenuhi beberapa tuntutan.


Koordinator Aliando April Baja merespons sikap perusahaan tersebut. Menurut dia, klaim atas sudah dipenuhi tuntutan, tak menjadi jawaban. Faktanya, kondisi di lapangan tak demikian.

"Kalau centang begitu, kita juga bisa. Yang kami perlu adalah data," kata April.

Menurut dia, perwakilan Grab itu mencentang tuntutan soal evaluasi suspend sepihak, dan bimbingan aplikator pada driver sebagai mitra. Padahal di lapangan, para mitra masih sering mengalami pemecatan sepihak tanpa klarifikasi.

Baca: Go-Jek Janji Pertimbangkan Permintaan Mitranya

Mengenai bimbingan, kata April, Grab tak pernah berkomunikasi dengan pengemudinya. Hubungan antara perusahaan dan mitra hanya berlangsung satu arah sehingga komunikasi antara kedua pihak tak pernah berlangsung.

April membandingkan respons Grab dengan Go-jek. Menurut dia, perusahaan milik Nadiem Makarim itu jauh lebih fair. Sebab VP Corporate Communications Go-Jek Michael Reza Say bersedia turun langsung menemui mitra.

"Kita hargai proses itu. Ke depan mereka akan lakukan langkah konkret," kata April.

Dia menyatakan pihaknya akan terus bertahan di depan kantor Grab. April menunggu manajemen perusahaan aplikasi angkutan sewa khusus (ASK) itu memberi penjelasan. "Aliando akan bertahan sampai ada jawaban dari Grab," tegas dia.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id