ilustrasi. Foto: Medcom.id
ilustrasi. Foto: Medcom.id

Bacaan Takbir Idulfitri Lengkap dengan Latin dan Terjemahan

Fatha Annisa • 16 Maret 2026 12:38
Ringkasnya gini..
  • Umat Islam sebentar lagi akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
  • Umat Islam dianjurkan membaca takbir pada malam 1 Syawal hingga imam memulai salat Id.
  • Takbir Idulfitri terbagi menjadi dua jenis, yakni takbir muqayyad yang dibaca setelah salat dan takbir mursal yang bisa dilafalkan kapan saja.
Jakarta: Umat Islam sebentar lagi akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, setelah sebulan penuh menjalani puasa Ramadan. Ada sebuah amalan yang telah menjadi tradisi saat Lebaran tiba, yakni takbiran.
 
Membaca takbir di malam 1 Syawal sampai imam shalat Id sudah takbiratul ihram bukan sekadar tradisi yang dilakukan umat Islam. Hal tersebut merupakan amalan sunah yang didasari oleh firman Allah SWT sebagai berikut:
 
 وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ 
 
Artinya: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Babqarah [2]: 185)
 
Melansir NU Online, bacaan takbir Idulfitri sendiri dibagi menjadi dua, yaitu takbir muqayyad dan takbir mursal. Takbir muqayyad adalah takbir yang dianjurkan dibaca setiap setelah salat wajib maupun sunah. Sedangkan takbir mursal adalah takbir yang dibaca kapan saja dan di mana saja.
 
Baca juga: Apakah Bayi Baru Lahir Wajib Membayar Zakat Fitrah? Simak Penjelasannya
 

Bacaan Takbir Idul Fitri

Menurut penjelasan Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmu’, Syarhul Muhadzdzab, takbir dilafalkan sebanyak tiga kali. Adapun lafal takbir Idulfitri yaitu:
 
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
 
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.
 
Artinya: “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar.”
 
 
Baca juga: Bayi Lahir Saat Ramadan, Apakah Wajib Zakat Fitrah? Ini Penjelasannya

 
Sobat Medcom kemudian bisa menambahkannya dengan zikir sebagaimana dzikir-takbir Rasulullah SAW di bukit Shafa yang diriwayatkan Imam Muslim:
 
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
 
Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
 
Artinya: “Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.”
 
 
Baca juga: Salat Kafarat di Jumat Terakhir Ramadan: Pengertian, Hukum, dan Niatnya

 
Selain itu, umat Islam juga bisa membaca takbir:
 
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
 
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
 
Artinya: “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>