Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, AS Tamrin - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, AS Tamrin - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Baubau Ingin Kenalkan Polima pada Masyrakat

Nasional hari pers nasional Demokrasi Indonesia
Theofilus Ifan Sucipto • 09 Februari 2020 22:53
Banjarmasin: Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), AS Tamrin ingin mengenalkan filosofi Polima pada masyarakat luas. Polima dinilai bisa mencegah perpecahan bangsa.
 
"Kita bisa lihat bagaimana merosotnya moral sehingga perlu mengangkat instrumen untuk memperbaiki itu," kata Tamrin di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan, Sabtu, 8 Februari 2020.
 
Tamrin mengatakan instrumen di Indonesia adalah Pancasila. Sedangkan di Pulau Buton, Baubau, Sultra adalah Polima.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Isi Polima yaitu Pomaamaasiaka (saling menyayangi), Popiapiara (saling memelihara), dan Pomaemaeaka (Saling menghargai). Kemudian, Poangka-angkataka (saling mengangkat martabat dan toleransi), dan Pobincibinciki kuli (saling menjaga perasaan).
 
Tamrin akan mengenalkan kearifan lokal itu pada Hari Pers Nasional (HPN) 2021. Sulawesi Tenggara terpilih menjadi tuan rumah.
 
"Di manapun kita berada melakukan sinergitas dengan nilai-nilai ini," ujarnya.
 
Tamrin tak mau memaksakan Polima pada semua pihak. Yang penting, kata dia, semangat toleransi keberagaman diterapkan seluruh masyarakat Indonesia.
 
"Mungkin tidak mau disebut Polima. Tapi hakikat nilai ini diterapkan di mana-mana. Sangat cocok kalau kita ingin damai," tutur Tamrin.
 
Dia mengaku bakal terus mendorong toleransi, khususnya antar umat beragama. Tamrin bilang, toleransi adalah intisari Pancasila yang mencakup tenggang rasa, toleransi, serta kejujuran.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif