Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, AS Tamrin - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, AS Tamrin - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Polima, Pesan Toleransi Keberagaman dari Baubau

Nasional toleransi beragama
Theofilus Ifan Sucipto • 09 Februari 2020 16:33
Banjarmasin: Beragam cara dilakukan pimpinan daerah untuk menyebarluaskan toleransi keberagaman. Salah satunya, ideologi Polima yang digagas Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, AS Tamrin.
 
Gagasan tersebut merupakan kebudayaan lokal untuk menghargai keberagaman yang mengacu pada Pancasila. Isi dari Polima yaitu Pomaamaasiaka (saling menyayangi), dan Popiapiara (saling memelihara).
 
Kemudian, Pomaemaeaka (Saling menghargai), Poangka-angkataka (saling mengangkat martabat dan toleransi). Terakhir, Pobincibinciki kuli (saling menjaga perasaan)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Polima ini nilai-nilai budaya lokal dan warisan leluhur masyarakat Buton," kata Tamrin di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan, Sabtu, 8 Februari 2020.
 
Menurut Tamrin, Polima adalah kearifan lokal yang mendorong persatuan bangsa. Selain itu, kata dia, polima menjadi identitas komunitas dan menangkal infiltrasi budaya luar.
 
"Polima ini sejalan juga dengan Pancasila. Tidak boleh membeda-bedakan dalam kehidupan bermasyarakat," ucap Tamrin.
 
Polima, Pesan Toleransi Keberagaman dari Baubau
Ilustrasi. Sebuah Gereja dan Mesjid berdiri berdampingan di Jalan Kali Pasir, Cikini, Jakarta Pusat. ( MI/ATET DWI PRAMADIA)
 
Tamrin menyebut bukti nyata dari budaya ini adalah kehidupan di Buton. Masyarakat yang terdiri dari berbagai suku mulai dari Batak, Jawa, Makassar, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) hidup damai di Buton.
 
"Semua (suku) ada tapi sejak dulu tidak ada bentrok, berdampingan, dan damai," tuturnya.
 
Polima juga diklaim mendukung jargon Presiden Joko Widodo yaitu Revolusi Mental. Dia yakin toleransi keberagaman kian moncer jika daerah lain turut menggencarkan kearifan lokal yang sesuai Pancasila.
 
"Di Buton itu namanya Polima, tapi daerah lain mungkin lain (namanya). Semuanya bagus, tinggal kepedulian kita pada bangsa," pungkasnya.
 

 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif