Biaya TKI Resmi ke Malaysia Capai Rp25 Juta

Whisnu Mardiansyah 15 Februari 2018 13:16 WIB
tki
Biaya TKI Resmi ke Malaysia Capai Rp25 Juta
Sejumlah tenaga kerja yang baru dideportasi dari Malaysia - ANT/
Jakarta: Biaya administrasi dan kepengurusan dokumen dan pemberangkatan calon tenaga kerja Indonesia ke luar negeri terbilang tidak murah. Hal ini salah satu penyebab calon tenaga kerja Indonesia memilih jalur pintas non prosedural yang minim biaya.

"Migrasi berbiaya tinggi menyebabkan banyak TKI menempuh jalan pintas penuh risiko melalui jalan non prosedural," kata Direktur Ekskutif Migrant Care Wahyu Susilo saat berbincang dengan Medcom.id, Kamis, 15 Februari 2018.

Sebagai contoh, untuk menjadi TKI di Malaysia melalui jalur resmi setidaknya dibutuhkan biaya sebesar Rp25 juta. Jumlah itu lebih besar lagi dengan negara-negara tujuan di Asia Timur seperti Taiwan dan Hongkong. 


"Biaya jadi TKI resmi bisa mencapai Rp25 juta (ke) Malaysia sampai dengan Rp80 juta di Taiwan," beber Wahyu.

Sedangkan untuk biaya calon TKI lewat jalur tak resmi atau ilegal biayanya jauh lebih murah. Namun, dengan risiko dan rawan menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking). 

"Lewat jalur non prosedural ke Malaysia Rp4 juta atau Rp5 juta sudah bisa sampai Malaysia walau dengan risiko tinggi," ujar dia. 

(Baca juga: Dubes Malaysia: Pembunuh Adelina Diancam Hukuman Mati)

Oshin Putriani, mantan TKW mengungkapkan, biaya mahal kepengurusan TKI jalur resmi di antaranya untuk kepengurusan dokumen dan biaya pelatihan selama di masa penampungan. Dokumen-dokumen resmi ini mempermudah calon TKI saat bekerja dan ada hak perlindungan saat terjadi masalah.

"Di antaranya untuk medical check up, biaya paspor, tiket perjalanan, pelatihan, dan work permit (izin kerja)," kata wanita asal Indramayu yang bekerja selama dua tahun di Singapura itu pada Medcom.id. 

Adapun untuk biaya, awalnya ditanggung sepenuhnya oleh agen penyalur resmi TKI. Dengan kesepakatan antara calon TKI dan agen, nantinya dipotong tiap bulan saat bekerja. 

"Ada yang delapan bulan dipotong gaji, bisa juga satu setengah tahun. Dipastikan, kita tidak mengeluarkan biaya di awal semua ditanggung agen," jelas Oshin.

Sebelumnya, Adelina Jemirah merupakan tenaga kerja asal NTT yang ditemukan oleh para tetangga majikannya. Para tetangga dari majikan Adelina Jemirah menduga ada yang tak beres saat melihat dia tidur di samping anjing Rottweiler hitam. Mereka saat itu melihat Adelina tidur hanya beralaskan tikar jerami.

(Baca juga: KJRI Penang Dinilai Lamban Merespons Penganiayaan Adelina)

Salah satu tetangga melihatnya menghadapi gigitan nyamuk pada malam hari. Tetangga tersebut juga melihat luka bakarnya telah mengeluarkan nanah. Melihat hal tersebut, Adelina berkali-kali ditanya mengenai kondisinya. Namun, dia tak merespons pertanyaan itu.

Senin lalu, jenazah Adelina diperiksa oleh pihak berwenang. Dia dilaporkan meninggal karena kegagalan beberapa organ akibat kurang darah.

Seorang wanita 60 tahun ditangkap dari rumah tempat Adelina bekerja pada Selasa kemarin. Dua anaknya, seorang pria 39 tahun dan perempuan 36 tahun sebelumnya ditahan dan dimintai keterangan.

Polisi Penang kini tengah menunggu hasil autopsi Adelina. "Kami tidak mengesampingkan dugaan kekerasan ini terjadi berbulan-bulan, namun kami masih menunggu hasil autopsi jenazah," tutur Kepala Polisi Penang Komisaris Datuk A. Thaiveegan.
 



(REN)