BSANK Tekankan Pentingnya Sertifikat dari Lembaga Resmi
Ilustrasi
Jakarta: Ketua Badan Standardiasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) Hari A. Rachman menyebut Lembaga Sertifikasi Profesi Pelatih Olahraga (LSP POR) belum memiliki kewenangan mengeluarkan sertifikat tenaga keolahragaan. Sebab, lembaga itu belum terakreditasi dan tidak terdaftar sebagai Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tenaga Keolahragaan (LSKTK).
 
"Perlu saya tekankan bahwa BSANK sebagai badan yang berwenang melakukan sertifikasi tenaga keolahragaan," kata Hari dalam keterangan tertulisnya, Senin, 22 Oktober 2018.
 
Hari mengatakan, proses sertifikasi yang dilalukan LSP POR tidak memenuhi prosedur sertifikasi tenaga keolahragaan. Selain itu, kata Hari, standar yang digunakan belum dapat dipastikan karena LSP POR dalam skema sertifikasinya tidak menggunakan standar yang baku.
 
"LSP POR tidak memiliki dasar pelaksanaan uji kompetensi tenaga keolahragaan. Sebab, izin operasionalnya bukan pada pelatih umum melainkan pelatih baseball dan softball," ujar Hari.

Baca: KONI Jatim: Mulai 2017, Setiap Pelatih Puslatda Harus Punya Sertifikat

Guru Besar Universitas Yogyakarta ini menjelaskan, skema sertifikasi kompetensi yang digunakan oleh LSP POR tidak sesuai standar opeasional prosedur (SOP).
 
"Seharusnya  sertifikasi kompetensi yang digunakan yaitu peserta telah memahami standar apa yang akan digunakan. Peserta juga mengajukan permohonan kepada LSP untuk menentukan tempat uji kompetensi dan menugaskan asesor yang kompeten untuk melakukan uji kompetensi," Jelas Prof. Hari.
 
Selain itu kata Hari, standar yang digunakan LSP POR dalam melakukan asesmen tidak menggunakan Standar Kompetensi Tenaga Keolahragaan seperti diamanatkan dalam PP nomor 16 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.
 
Seperti diketahui, seorang praktisi olahraga melaporkan terjadinya dugaan malapraktik sertifikasi kompetensi tenaga keolahragaan. Laporan merujuk adanya dugaan uji kompetensi pelatih olahraga yang akan dilaksanakan di salah satu kampus. Uji kompetensi tersebut dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pelatih Olahraga (LSP POR).






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id