Ilustrasi korona. Medcom.id
Ilustrasi korona. Medcom.id

Jokowi Sebut 3 Alat Tes Covid-19 dari Swiss Segera Beroperasi

Nur Azizah • 13 April 2020 10:54
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mendatangkan 18 alat polymerase chain reaction (PCR) untuk pengecekan tes covid-19 (korona). Alat segera bisa digunakan.
 
"Saya sangat menghargai pengadaan 18 buah alat tes PCR yang dilakukan Kementerian BUMN yang minggu ini saya kira 1 hingga 3 alat itu sudah bisa diinstal," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 13 April 2020.
 
Alat itu diharapkan bisa memeriksa 9.000 spesimen per hari. Jokowi juga berharap tes PCR bisa diperluas jangkauannya.

"Dan mengurangi tumpukan pemeriksaan sampel terutama di daerah episentrum," tutur dia.
 
Kepala Negara mengungkapkan sekitar 26.500 spesimen telah dites melalui PCR per Senin pagi, 13 April 2020. Dia menargetkan tes bisa menjangkau 10 ribu spesimen per hari.
 
(Baca: Alat Deteksi Covid-19 dari Swiss Disebar ke 11 Provinsi)
 
"Dan saya dapat laporan sekarang sudah diperbanyak tempat lab yang dulu hanya tiga sekarang menjadi 29 tempat dari 78 yang dipersiapkan," ujar Jokowi.
 
Indonesia mendatangkan 20 alat tes kesehatan dari Swiss. Ini untuk memeriksa pasien yang diduga (suspect) terjangkit virus korona .
 
"Kita berhasil bernegosiasi untuk beli alat. (Ini) bisa dijadikan alat uji tes apakah seseorang positif (covid-19) atau tidak. Kemarin, Sabtu (4 April 2020), sudah datang ke Indonesia," kata staf khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga melalui video conference di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 8 April 2020.
 
Arya menjelaskan alat tersebut berupa ekstraktor otomatis RNA (molekul) sebanyak dua buah dan detektor polymerase chain reaction (PCR) sebanyak 18 buah. Ekstraktor otomatis RNA diklaim mampu mengetes 1.000 spesimen per hari dan detektor PCR sebanyak 500 tes per hari.
 
"Kalau sudah terinstal semua, alat ini mampu mengetes 9.000 sampai 10.000 spesimen tiap hari," ujar Arya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>