Ilustrasi korona. Medcom.id
Ilustrasi korona. Medcom.id

Alat Deteksi Covid-19 dari Swiss Disebar ke 11 Provinsi

Nasional Virus Korona
Fachri Audhia Hafiez • 08 April 2020 14:43
Jakarta: Indonesia baru saja mendatangkan dua jenis alat untuk mendukung pemeriksaan spesimen virus korona (covid-19). Alat akan disebar ke 11 provinsi.
 
"Akan disebar ke beberapa provinsi seperti di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua," kata staf khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 8 April 2020.
 
Kedua jenis alat medis itu, yakni ekstraktor otomatis RNA (molekul) sebanyak dua buah dan detektor polymerase chain reaction (PCR) sebanyak 18 buah. Arya mengatakan kedua alat memerlukan waktu untuk instalasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alat mulai bisa difungsikan di Ibu Kota dalam dua pekan mendatang. "Secara teknikal memang membutuhkan sebuah proses pembangunan yang cukup terjaga ya, karena jangan sampai nanti virus malah bisa menyebar ke mana-mana," ucap Arya.
 
(Baca: Indonesia Datangkan Alat Deteksi Covid-19 dari Swiss)
 
Pemerintah juga mengupayakan pengiriman cepat alat tersebut ke laboratorium masing-masing provinsi. Alat bisa segera diinstal bila rumah sakit memiliki tempat yang telah memenuhi kriteria.
 
"Diharapkan kalau rumah sakit tersebut sudah punya tempat namanya negatif pressure, maka alat tersebut sudah bisa dipergunakan dan banyak item lain yang memang disesuaikan dengan kriteria sebuah laboratorium," ucap Arya.
 
Ekstraktor otomatis RNA diklaim mampu mengetes 1.000 spesimen per hari. Sedangkan, detektor PCR memiliki kapasitas 500 tes per hari.
 
Kedua alat tersebut diyakini mampu mengetes 9.000 hingga 10.000 spesimen covid-19. Arya meyakini dalam satu bulan 300 ribu orang bisa dites bila alat difungsikan maksimal.
 
Secara nasional, jumlah kasus positif mencapai 2.738 orang per Selasa, 7 April 2020. Sebanyak 221 orang meninggal dan 204 orang sembuh.

 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif