Kerusakan akibat banjir bandang di NTT. Foto: AFP/Joy Christian
Kerusakan akibat banjir bandang di NTT. Foto: AFP/Joy Christian

Lebih dari 12 Ribu Warga NTT Masih Mengungsi

Theofilus Ifan Sucipto • 15 April 2021 11:50
Jakarta: Lebih dari 12 ribu warga Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengungsi usai banjir bandang akibat Siklon Tropis Seroja, Minggu, 4 April 2021. Pemerintah terus menggencarkan pelayanan kepada warga terdampak.
 
"Data BNPB per Rabu, 14 April 2021 pukul 20.00 WIB, mencatat ada 12.334 penyintas," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 April 2021.
 
Raditya memerinci sebaran warga mengungsi. Terbanyak berada di Kabupaten Rote Nado 5.556 warga, Kabupaten Flores Timur 2.118 warga, dan Kupang 1.698 warga.

Raditya menyebut ada beberapa wilayah terdampak tetapi tidak teridentifikasi adanya pengungsian. Wilayah itu, yakni Malaka, Ngada, Sumba Barat, Sumba Tengah, Alor, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.
 
"Korban meninggal 181 orang dan hilang 47 orang, sedangkan warga terdampak mencapai 122.232 kepala keluarga (KK) atau 428.986 orang," kata dia.
 
Baca: BNPB Gabungkan Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim
 
Selain korban jiwa, Siklon Tropis Seroja mengakibatkan lebih dari 66 ribu rumah rusak. Rinciannya, 17.124 rumah rusak berat, 13.652 rumah rusak sedang, dan 35.733 rumah rusak ringan.
 
Pemerintah, kata Raditya, terus melakukan upaya penanganan darurat. Mulai dari pelayanan medis warga, penyelenggaraan dapur umum, pendistrbusian logistik, hingga pembukaan daerah terisolasi.
 
"Jaringan komunikasi sudah kembali normal dan PLN mengoptimalkan perbaikan jaringan listrik di seluruh wilayah NTT," ujar dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JMS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>