Pemerintah Dituntut Usir TKA Tanpa Kemampuan

Whisnu Mardiansyah 01 Mei 2018 14:04 WIB
may dayhari buruh
Pemerintah Dituntut Usir TKA Tanpa Kemampuan
Massa May Day bergerak ke Istana Negara. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Jakarta: Ketua Harian Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi menuntut pemerintah mengusir tenaga kerja asing (TKA) tanpa kemampuan. Keberadaan mereka dianggap semakin menyingkirkan tenaga kerja lokal. 

"Sudah banyak tenaga kerja Indonesia yang bisa juga jadi pekerja bangunan," kata Rusdi depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Mei 2018. 

Menurut dia, para buruh tak mempersoalkan keberadaan tenaga kerja asing selama memilki kemampuan. Hal itu justru bisa menjadi sarana transfer kemampuan kepada pekerja lokal.


"Selama ini sudah ada TKA yang skilled dari Jepang mereka ajarkan skilled mereka dan mereka bisa bahasa Indonesia. Tidak masalah buat kami," ujar Rusdi.

Baca: Buruh Bekasi Minta SIM Gratis

Momen Hari Buruh digunakan untuk menuntut Presiden Joko Widodo mencabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan TKA. Massa buruh pun berharap dapat menemui Jokowi.

"Yang penting adalah kami menyampaikan berbagai aspirasi kami mengenai upah, jaminan sosial, mengenai TKA, dan gaji," jelas dia.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id