Sekretaris Badan Geologi Antonius Ratdomopurbo menjelaskan kondisi terkini Gunung Anak Krakatau/Medcom.id/Cindy
Sekretaris Badan Geologi Antonius Ratdomopurbo menjelaskan kondisi terkini Gunung Anak Krakatau/Medcom.id/Cindy

Magma Anak Krakatau Lebih Baik Mengalir Habis

Nasional Gunung Anak Krakatau
Cindy • 27 Desember 2018 12:47
Jakarta: Badan Geologi menyatakan magma Gunung Anak Krakatau masih terus mengalir. Namun, hal tersebut ternyata jauh lebih baik.
 
"Magma masih mengalir, baiknya terus sampai habis. Semakin cepat habis semakin baik," kata Sekretaris Badan Geologi Antonius Ratdomopurbo di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta Pusat, Kamis, 27 Desember 2018.
 
Di sisi lain, warga sekitar harus lebih waspada. Status Gunung Anak Krakatau naik menjadi siaga level III sejak pukul 06.00 WIB. Radius aman pun bergeser dari 2 kilometer menjadi 5 kilometer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Diimbau masyarakat untuk berada pada jarak aman serta menggunakan masker," ucap Antonius.
 
Baca: Gunung Anak Krakatau Siaga Level III
 
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dipastikan intensif memantau aktivitas Anak Krakatau. Peninjauan ulang status Anak Krakatau bergantung pada perubahan pola aktivitas gunung
 
"Kami sudah pantau dari 22 Desember, diamati letusannya masih ada selang waktu. Lalu 23 Desember, aktivitas tidak berhenti. Serta muncul abu kemarin malam (26 Desember). Untuk antisipasi potensi bahaya, kami naikkan statusnya," jelas Antonius.
 
Baca: Longsor Memicu Perubahan Bentuk Gunung Anak Krakatau
 
Masyarakat diimbau mewaspadai informasi menyesatkan. Warga bisa langsung berkoordinasi dengan BPBD maupun lembaga terkait di daerah bila menemukan hal janggal.
 
Masyarakat juga bisa mencari informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sial peringatan dini gunung api. Sedangkan peringatan dini tsunami bisa langsung diakses ke BMKG.
 
Aktivitas Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Juli 2018. Amplitudo tremor menunjukkan angka beragam dari 8 sampai 65 milimeter hingga pagi tadi. Sedangkan tipe letusan merupakan strombolian (lontaran lava pijar) dengan aliran lava mengalir ke arah tenggara.
 

 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif