Mensos Agus Gumiwang Buka Pameran Hari Disabilitas Internasional 2018

Gervin Nathaniel Purba 02 Desember 2018 19:13 WIB
Berita Kemensos
Mensos Agus Gumiwang Buka Pameran Hari Disabilitas Internasional 2018
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Bekasi: Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita membuka acara peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018, di Summarecon Mal Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu, 2 Desember. Acara ini menjadi wujud komitmen kepedulian pemerintah terhadap penyandang disabilitas di Indonesia. 

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas melalui berbagai kebijakan. Misal, penambahan indeks bantuan dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

"Tambahan bantuan sosial dari pemerintah apabila ditemukan anggota penyandang disabilitas. Indeksnya akan ditambah,“ kata Mensos Agus.


Kemensos juga mewajibkan merekrut pegawai penyandang disabilitas sebanyak dua persen dari total keseluruhan. Diharapkan pada masa depan bisa di atas dua persen.

Terdapat juga kegiatan pembinaan sumber daya manusia (SDM) pendamping penyandang sosial. Selain pendamping untuk menunjang kesejahteraan hidup, nantinya mereka akan melakukan pendekatan dalam mendata jumlah penyandang disabilitas. 

“Ada keluarga yang mempunyai anggota keluarganya yang penyandang disabilitas, namun enggan untuk didaftarkan,” katanya.

HDI 2018 diselenggarakan pada Minggu dan Senin, 2 dan 3 Desember. Pada penyelenggaraan hari kedua, Kemensos akan meluncurkan Kartu Penyandang Disabilitas. Kartu akan dibagikan secara simbolis oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). 

Selain untuk pendataan, kartu tersebut memiliki manfaat berupa potongan harga jika menggunakan transportasi publik. Jawa Barat dipilih sebagi lokasi pertama pendistribusian Kartu Penyandang Disabilitas.

Bentuk perhatian pemerintah kepada para penyandang disabilitas sesuai dengan amanah dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. 

 

"Ini perwujudan kepedulian pemerintah, terutama Undang-Undang tentang Penyandang Disabilitas yang di dalamnya ada hak-hak oleh pemerintah diberikan perlindungan. Termasuk pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya,” kata Direktur Jenderal Rehabilitas Sosial Kemensos Edi Suharto. 

Mensos Agus berharap, kepedulian terhadap penyandang disabilitas tidak hanya datang dari pemerintah. Melainkan dari berbagai pihak.

"Isu hari ini merupakan isu multisektoral. Butuh perhatian dari berbagai macam pihak dari kita semua. Bukan hanya pemeintah, tapi juga pemerintah daerah, organisasi penyandang diasbilitas, dunia usaha, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli terhadap isu penyandang disabilitas,” ujar Mensos Agus. 

Pada pembukaan acara HDI 2018, Mensos Agus didampingi Loemangga Agus Gumiwang, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Ardhianto, dan jajaran Eselon 1 Kemensos. 

Sekitar 3 ribu penyandang disabilitas meramaikan HDI 2018 yang mengusung tema Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas. 

“Ini semua harus menjadi gerakan inklusi. Maka dari semua lini dan semua sektor, kita patikan ada keterlibatan dari dan bagi para penyandang disabilitas,” ujar Mensos Agus. 



HDI 2018 dimeriahkan kehadiran 70 stan berisi karya para penyandang disabilitas. Salah satu pesertanya adalah Rahmat Hidayat, seorang desainer sketsa binaan Dinas Sosial Bandung. 

"Melalui HDI 2018 diharapkan semua penyandang disabilitas yang ada di Indonesia bisa lebih dikenal bakatnya,” tutur Rahmat. 

Dinas Sosial, kata Rahmat, telah memberikan sejumlah bantuan berupa kursi roda dan beberapa alat penunjang kerja. “Semoga bantuan dari pemerintah bisa terus berkembang lagi,” kata Rahmat.

Harapan serupa diungkapkan Yudha. Pria yang berasal dari Pondok Bambu, Jakarta Timur, itu ingin pemerintah meningkatkan pemerataan bantuan kepada penyandang disabilitas. "Mungkin harus ditingkatkan lagi, belum merata,” kata Yuhda.



Yudha mengisi stan HDI 2018 dengan menjual tas, gelas, dan pin hasil karya para tuna rungu dan tuna aksara. Selama ini produk tersebut dijual melalui situs online dan perkumpulan komunitas Lembaga Pemberdayaan Tenaga Kerja Penca (LPTKP). Yudha masih mengalami kenda dalam promosi. Adanya HDI 2018 diharapkan membantu mengenalkan produknya ke publik. 

Pada kesempatan sama, Ketua Umum Himpunan Disabilitas Indonesia (HDWI) Maulani Rotinsulu mengatakan perayaan HDI 2018 lebih tertata. Stan juga lebih ramai dengan melibatkan kementerian lain. 

Maulani menuturkan harapannya agar bantuan yang diberikan Kemensos kepada penyandang disabilitas bisa lebih merata ke berbagai daerah. “Baru merata di level kota, belum sampai ke desa-desa,” ucap Maulani.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id