Konfrensi pers di MUI - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Konfrensi pers di MUI - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

MUI Gondok dengan Acara Pesbukers

Nasional Ramadan 2019
Candra Yuri Nuralam • 29 Mei 2019 15:55
Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah geram dengan tayangan Pesbukers Ramadan dan Sahurnya Pesbukers yang ditayangkan di salah satu televisi nasional. MUI menilai acara tersebut tidak menghargai orang yang sedang beribadah.
 
"Acara ini ada di jam orang sedang melakukan ibadah sahur. Orang tua anak bersahur dan menonton televisi dalam waktu yang sama. Banyak perkataan yang tidak pantas kepada anak kecil," kata Wakil Sekretaris Komisi Infokom MUI Elvi Nudhriyah di gedung MUI di Jalan Pramuka, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Mei 2019.
 
Elvi menyebut acara ini sangat tidak baik dan cenderung mengganggu orang yang sedang melakukan ibadah di bulan Ramadan. Terlebih, acara ini kerap menampilkan tarian yang tak pantas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini dimulai dengan tarian India dengan puluhan pemain yang dipimpin oleh penari utama yang bernama Cecar. Nah kameranya itu benar-benar memperlihatkan liukan goyangan dari penari itu yang tidak pantas di bulan Ramadan," tambah Elvi.
 
MUI juga menyoroti sikap maupun perilaku artis yang dinilai tidak pantas. Salah satunya, saat artis Zaskia Gotik memeluk seorang WNA asal India yang sedang berulang tahun.
 
"Itu malah diberi tepuk tangan yang meriah," tegas Elvi.
 
(Baca juga: MUI Minta Acara Pesbukers Ramadhan Dihentikan, Ini Alasannya)
 
MUI juga mencatat Pesbukers kerap meremehkan kaum perempuan. Di salah satu adegan memamerkan status janda dengan pamer tubuh.
 
"Selain itu Ayu Ting Ting juga kerap membanggakan status jandanya. Dia kerap memperlihatkan liuk tubuhnya," ujar Elvi.
 
Anggota DPR, Eko Patrio, juga dinilai kerap meremehkan perempuan. Elvi menyayangkan sikap Eko yang notabene adalah anggota DPR.
 
"Adegan dia (Eko) ke Raffi Ahmad dia bilang 'wanita mah gampang tinggal ah ah ah' sambil menunjuk ke arah kantung yang mengartikan wanita bisa dijual dengan uang," tegas Elvi.
 
Terkait hal-hal di atas, Ketua Bidang Dakwah MUI Muhammad Cholil Nafis, mengatakan permintaan penghentian program Pesbukers bukan hal yang berlebihan. Penghentian itu demi melancarkan ibadah masyarakat muslim di Indonesia.
 
"Permintaan kita untuk menutup acara Pesbukers itu karena klimaks kita karena acara ini tidak mencerminkan bulan Ramadan," tegas Cholil.
 
Cholil menambahkan pihaknya kerap memberi teguran pada acara tersebut. Namun, teguran itu selalu diacuhkan.
 
"Ini bukan kali pertama kita memantau, kita sudah menegur tidak diindahkan. Semoga teguran kami segera digubris KPI," terang Cholil.
 
Selain Pesbukers, MUI juga menilai acara lain seperti Sahur Seger Trans 7, Bukbernya Wo Banget Trans 7, Gado-Gado Sahur Trans 7 serupa. Namun, acara Pesbukers lebih mendapat 'perhatian khusus' oleh MUI karena dinilai sudah kelewatan.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif