Jakarta: Bagi warga Jakarta, sampah sering kali hanya menjadi permasalahan serius. Namun, tidak bagi warga Rorotan yang kini melihat sampah sebagai sumber daya berkat kehadiran Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan.
Langkah modernisasi ini tidak berjalan sendirian. Dukungan mengalir deras dari akar rumput, khususnya dari Forum Komunikasi Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) se-Kecamatan Cakung. Bagi mereka, fasilitas ini adalah jawaban atas keresahan menahun soal kebersihan lingkungan.
"Kami berbicara sebagai wakil warga," ujar Muhammad Syahril, Ketua Forum Komunikasi LMK Cakung.
Baginya, RDF Plant bukan sekadar proyek infrastruktur yang megah di atas kertas, melainkan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan teknologi RDF, sampah Jakarta tidak lagi hanya singgah di TPA, tapi diolah menjadi energi alternatif.
"Jakarta tidak bisa terus menggunakan cara lama. Kota global harus berani melangkah maju," sambungnya.
Di awal masa uji coba RDF Rorotan sempat memunculkan tantangan seperti munculnya aroma tak sedap yang dikeluhkan warga. Namun, upaya perbaikan terus dilakukan.
Trisna Dewa, LMK dari RW 14 Jakarta Garden City (JGC), mengakui adanya perubahan signifikan. "Kondisi operasional saat ini sudah jauh lebih baik," ungkapnya.
Sistem pengendalian bau dan emisi kini dirancang lebih ketat untuk memastikan kenyamanan warga tetap terjaga.
Meski dukungan menguat, LMK tetap berdiri sebagai 'penjaga gawang'. Mereka tidak hanya memberi lampu hijau, tetapi juga berkomitmen untuk mengawasi.
Sri Prasetya Widodo, LMK RW 12 Cakung Timur, mengingatkan pentingnya sosialisasi yang berkelanjutan. "Warga perlu paham bahwa ini adalah solusi lingkungan, bukan sekadar industri. Edukasi sangat penting agar tidak ada asumsi yang salah," jelas Sri.
Rencananya, kapasitas pengolahan sampah ini akan ditingkatkan secara bertahap, mulai dari 750 ton hingga mencapai target 2.500 ton per hari. Sebuah angka yang besar, yang diharapkan sebanding dengan besarnya manfaat bagi kualitas hidup warga Jakarta.
Kini, RDF Plant Rorotan berdiri bukan hanya sebagai pabrik pengolah, melainkan sebagai simbol harapan bahwa Jakarta bisa lebih bersih, lebih modern, dan lebih sehat bagi generasi mendatang.
Jakarta: Bagi warga Jakarta,
sampah sering kali hanya menjadi permasalahan serius. Namun, tidak bagi warga Rorotan yang kini melihat sampah sebagai sumber daya berkat kehadiran Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan.
Langkah modernisasi ini tidak berjalan sendirian. Dukungan mengalir deras dari akar rumput, khususnya dari Forum Komunikasi Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) se-Kecamatan Cakung. Bagi mereka, fasilitas ini adalah jawaban atas keresahan menahun soal kebersihan lingkungan.
"Kami berbicara sebagai wakil warga," ujar Muhammad Syahril, Ketua Forum Komunikasi LMK Cakung.
Baginya, RDF Plant bukan sekadar proyek infrastruktur yang megah di atas kertas, melainkan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan teknologi RDF, sampah Jakarta tidak lagi hanya singgah di TPA, tapi diolah menjadi energi alternatif.
"Jakarta tidak bisa terus menggunakan cara lama. Kota global harus berani melangkah maju," sambungnya.
Di awal masa uji coba RDF Rorotan sempat memunculkan tantangan seperti munculnya aroma tak sedap yang dikeluhkan warga. Namun, upaya perbaikan terus dilakukan.
Trisna Dewa, LMK dari RW 14 Jakarta Garden City (JGC), mengakui adanya perubahan signifikan. "Kondisi operasional saat ini sudah jauh lebih baik," ungkapnya.
Sistem pengendalian bau dan emisi kini dirancang lebih ketat untuk memastikan kenyamanan warga tetap terjaga.
Meski dukungan menguat, LMK tetap berdiri sebagai 'penjaga gawang'. Mereka tidak hanya memberi lampu hijau, tetapi juga berkomitmen untuk mengawasi.
Sri Prasetya Widodo, LMK RW 12 Cakung Timur, mengingatkan pentingnya sosialisasi yang berkelanjutan. "Warga perlu paham bahwa ini adalah solusi lingkungan, bukan sekadar industri. Edukasi sangat penting agar tidak ada asumsi yang salah," jelas Sri.
Rencananya, kapasitas pengolahan sampah ini akan ditingkatkan secara bertahap, mulai dari 750 ton hingga mencapai target 2.500 ton per hari. Sebuah angka yang besar, yang diharapkan sebanding dengan besarnya manfaat bagi kualitas hidup warga Jakarta.
Kini, RDF Plant Rorotan berdiri bukan hanya sebagai pabrik pengolah, melainkan sebagai simbol harapan bahwa Jakarta bisa lebih bersih, lebih modern, dan lebih sehat bagi generasi mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)