Api melahap Polsek Tambelangan yang dibakar massa, di Sampang, Jawa Timur. Foto: Antara/Saiful Bahri.
Api melahap Polsek Tambelangan yang dibakar massa, di Sampang, Jawa Timur. Foto: Antara/Saiful Bahri.

Mapolsek Tambelangan Sampang Dibakar Massa

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Ilham Pratama Putra • 23 Mei 2019 08:10
Sampang: Kantor Polsek Tambelangan, Sampang, Jawa Timur, dibakarmassa hingga ludes. Aksi massa tersebut diduga sebagai bentuk solidaritas terhadap tewasnya enam orang pendukung Prabowo-Sandi saat melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta pada Selasa dini hari, 21 Mei 2019.
 
"Kejadiannya tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB," ungkap salah satu warga setempat Syamsul Arifin dilansir Antara, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Syamsul yang juga anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tambelangan menuturkan, kejadian itu berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke kantor Mapolsek Tambelangan, Sampang. Massa itu selanjutnya melempari kantor mapolsek dengan menggunakan batu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak dan semakin beringas hingga akhirnya terjadi pembakaran.
 
"Saat kebakaran sempat ada mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kejadian, namun akhirnya kembali karena juga diancam oleh massa," kata Syamsul menjelaskan.
 
Jumlah kekuatan personel polisi yang tak seimbang membuat kelompok penyerang semakin leluasa melakukan aksinya, sehingga para personel Polsek Tambelangan terpaksa menjauh.
 
Awalnya, jumlah massa yang datang ke Mapolsek Tambelangan itu hanya sekitar 50 orang namun kemudian bertambah menjadi ratusan orang.
 
Baca juga: Anies Sebut Enam Pedemo Meninggal
 
Dugaan sementara, penyerangan kantor Mapolsek Tambelangan ini terkait tewasnya enam orang pendukung Prabowo-Sandi saat berunjuk rasa di Jakarta, dan aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap mereka. Di antara enam orang pengunjuk rasa yang tewas dalam insiden itu, satu di antaranya merupakan anggota FPI Sampang.
 
Sebelumnya, pada Rabu, 22 Mei 2019, juga sempat terjadi aksi massa di Mapolsek Kedungdung. Namun, hal itu bisa dikendalikan karena jumlah personel yang bertugas seimbang.
 
"Massa yang melakukan pembakaran ini sebagian diduga merupakan massa yang juga ikut aksi di Kedungdung," beber Syamsul.
 
Pihak kepolisian dari Polres Sampang hingga kini belum memberikan keterangan pers terkait kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan ini. Namun penjagaan di berbagai Polsek di Kabupaten Sampang kini mulai diperketat untuk mengantisipasi aksi lanjutan di mapolsek lain.
 
Sebelumnya, aksi massa ke kantor polisi ini juga terjadi di Pamekasan. Di lokasi tersebut, massa yang berjumlah ribuan ribuan orang itu sempat terjadi kericuhan dengan polisi. Akan tetapi, polisi berhasil meredam amarah massa dengan menembakkan gas air mata.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif