Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)
Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)

Anggota DPR Kecam Aksi Intimidasi Wartawan

Nasional berita dpr kekerasan terhadap wartawan
Candra Yuri Nuralam • 18 Agustus 2019 06:36
Jakarta: Anggota Komisi Hukum dan HAM DPR RI Nasir Djamil mengecam pengintimidasian wartawan oleh aparat Kepolisian saat meliput demo buruh di Gedung DPR. Tindakan itu dinilai mencederai moto profesional, modern, dan terpercaya yang selama ini digaung-gaungkan kepolisian.
 
"Apa yang dilakukan oleh oknum Polri tersebut bukan hanya mencederai Tri Brata, juga telah mencoreng profesionalisme Polri," ujar Nasir Djamil dalam keterangan pers, Sabtu, 17 Agustus 2019.
 
Nasir juga menilai bahwa tindakan tersebut menujukan aparat Polri belum mampu mengedepankan hak asasi manusia saat menghadapi pengunjuk rasa dan wartawan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Polisi itu seharusnya mengayomi dan melindungi pengunjuk rasa dari bahaya provokasi dan pancingan untuk melakukan aksi kekerasan, baik verbal maupun tindakan," beber Nasir.
 
Baca juga:Polisi Bantah Intimidasi Wartawan
 
Untuk itu, Nasir meminta kasus ini diusut secara tuntas. Dia menegaskan, Komisi Hukum dan HAM DPR sangat menyayangkan dan menyesalkan tindakan mirip preman yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian terhadap para wartawan.
 
"Saya minta okum polisi yang memukul wartawan itu segera diusut oleh bidang Propam di Polri. Mudah kok cara mencarinya, kan ada videonya," tandas Nasir Djamil.
 
Baca juga:AJI Jakarta Kecam Intimidasi Polisi kepada Jurnalis
 
Sebelumnya, sejumlah wartawan media cetak, televisi hingga daring mendapatkan intimidasi dari terduga aparat kepolisian. Para terduga aparat itu mengenakan pakaian putih dan celana coklat.
 
Salah satu jurnalis Vivanews, Syaefullah, mengaku diintimidasi. Seorang terduga anggota polisi menghampiri Saefullah yang tengah mengambil foto.
 
Kala itu, Saefullah tengah mengambil foto para aparat mengenakan pakaian putih yang menggiring massa aksi demontrasi ke mobil penjagaan Polda Metro Jaya. Terduga anggota polisi itu meminta Saefullah menghapus foto.
 
"Hapus video tadi kalau enggak saya bawa ke mobil," ujar Saefullah menirukan ucapan terduga polisi tersebut.
 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif